Sebagian Besar Bercak Darah saat Kehamilan tidak Berbahaya

    Anda Nurlaila - 06 Desember 2019 16:05 WIB
    Sebagian Besar Bercak Darah saat Kehamilan tidak Berbahaya
    Bercak atau pendarahan ringan dapat terjadi selama kehamilan tidak menimbulkan ancaman bagi janin atau ibu.(Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Keluar bercak darah atau perdarahan selama kehamilan kerap menakutkan bagi calon ibu yang paling tenang sekalipun. Bercak atau pendarahan ringan dapat terjadi selama kehamilan tidak menimbulkan ancaman bagi janin atau ibu.

    "Sebagian besar bercak tidak berbahaya," kata Spesialis Kedokteran Ibu-Janin di University of Washington, Seattle Alyssa Stephenson-Famy seperti dimuat dalam Parents.

    Tetapi pendarahan sedikit atau banyak dapat menjadi indikasi berbagai komplikasi, termasuk keguguran, kehamilan ektopik, dan plasenta previa. Karenanya keluar bercak atau pendarahan saat hamil tidak boleh diabaikan.

    Penyebab perdarahan atau bercak pada kehamilan 20 minggu pertama

    Dokter memperkirakan 25-40 persen wanita akan mengalami pendarahan vagina selama awal kehamilan dan perkembangan kehamilan tetap normal. Menurut American Pregnancy Association, ada sejumlah kemungkinan penyebab bercak atau pendarahan yang tidak berbahaya pada paruh pertama kehamilan, termasuk:

    Pendarahan implantasi: menempelnya telur di lapisan rahim yang terjadi pada 4 minggu dalam pertama. Bercak atau pendarahan ringan sekitar seminggu hingga 10 hari penyebabnya mungkin implantasi dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

    Hubungan seksual: Selama trimester kedua dan ketiga, serviks membengkak karena meningkatnya pasokan darah di daerah tersebut. Akibatnya, hubungan intim yang kuat dapat menyebabkan bercak selama kehamilan.

    Infeksi: Beberapa wanita mengalami pendarahan serviks karena infeksi, biasanya penyakit menular seksual seperti klamidia. Dalam hal ini, kondisi yang mendasarinya perlu diobati.

    Pemeriksaan internal: seperti pemeriksaan papsmear atau panggul yang dilakukan pada minggu ke-6 dan ke-12 dapat menimbulkan bercak 24 jam setelah pemeriksaan. Biasanya akan hilang dalam sehari.

    Pendarahan yang selama paruh pertama kehamilan yang serius di antaranya:

    Perdarahan subkorionik, yaitu perdarahan di sekitar plasenta. "Meski sebagian besar sembuh dapat meningkatkan risiko ibu mengalami komplikasi lain seperti persalinan prematur," kata Dr. Stephenson-Famy.

    Kehamilan kimiawi, terjadi ketika sel telur dibuahi tetapi tidak pernah sepenuhnya menempel dalam rahim.

    Keguguran spontan terjadi pada 20 minggu pertama akan disertai dengan gejala lain, seperti kram atau sakit perut.

    Kehamilan ektopik, terjadi ketika telur yang dibuahi menempel di tempat lain selain rahim dan sering di saluran tuba. Kehamilan ektopik tidak dapat berkembang secara normal dan dapat mengancam jiwa ibu jika dibiarkan tidak terdiagnosis.

    Kehamilan mola, yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal pada plasenta, dan, biasanya, janin abnormal.

    Penyebab perdarahan atau bercak 20 minggu terakhir.

    Meskipun risiko keguguran berkurang banyak setelah trimester pertama, perdarahan selama paruh kedua kehamilan harus ditanggapi dengan sangat serius, khususnya saat terjadi pendarahan. Beberapa penyebabnya antara lain:

    Hubungan seksual

    Pemeriksaan serviks, terutama yang lebih sering dilakukan di akhir trimester ketiga

    Placenta previa yaitu ketika plasenta menutupi serviks baik sebagian atau seluruhnya

    Solusio plasenta, di mana plasenta terlepas dari dinding rahim, dapat menyebabkan perdarahan vagina yang parah dan mengancam jiwa ibu dan bayi. Pendarahan solusio plasenta adalah penyebab paling umum pendarahan serius selama akhir kehamilan. Namun kondisi ini hanya terjadi pada 1 persen dari semua kehamilan.

    Persalinan prematur, di mana perdarahan pervaginam disertai dengan kram atau kontraksi, diare, tekanan panggul, atau sakit punggung sebelum 37 minggu. Setelah 37 minggu gejala-gejala ini bisa menjadi awal yang normal untuk persalinan.

    Cara mengetahui kapan bercak atau pendarahan selama kehamilan serius

    Pendarahan vagina selama kehamilan tidak jarang terjadi tapi biasanya juga tidak normal. Pendarahan dapat menunjukkan banyak hal tergantung berat atau ringan, berapa lama pendarahan berlangsung, warnanya, dan pada titik mana dalam kehamilan itu terjadi.

    Tanda-tanda bahwa perdarahan akibat kondisi serius seperti keguguran, masalah dengan plasenta, atau persalinan prematur, termasuk perdarahan berat yang mirip menstruasi, disertai deman dan kram atau perdarahan disertai keluarnya jaringan.
     
    Pendarahan yang berwarna merah cerah biasanya lebih mengkhawatirkan daripada darah yang kecoklatan.

    Kapan Menghubungi Dokter?

    Jika selama kehamilan terdapat bercak sekecil apapun segera hubungi dokter atau bidan Anda untuk aman, Pendarahan vagina apa pun selama kehamilan dapat menjadi gejala dari masalah yang lebih besar.

    "Bersiaplah menjawab pertanyaan terperinci tentang jumlah darah yang keluar dan perasaan Anda secara keseluruhan," ujar penulis buku Pregnancy: The Ultimate Week-by-Week Pregnancy Guide Laura Riley. Praktisi kesehatan akan memutuskan memantau situasi seperti USG untuk melihat kondisi janin. Hal lain yang perlu penangan cepat adalah jika pendarahan yang keluar berat hingga Anda harus menggunakan pembalut wanita, atau pendarahan disertai rasa sakit dan demam.

    Sayangnya, jika perdarahan disetbabkan keguguran, tidak ada yang bisa dilakukan. Jika perdarahan adalah tanda persalinan prematur, dokter Anda akan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya, mungkin merekomendasikan bedrest atau obat.

    Jika perdarahan disebabkan oleh plasenta previa dokter dapat meminta Anda melakukan tirah baring atau operasi caesar jika bayi siap dilahirkan. Operasi cesar yang dijadwalkan biasanya dilakukan pada 38 atau 39 minggu, tapi wanita dengan plasenta previa sering mengalami perdarahan pada trimester ketiga. Jika ini masalahnya, operasi caesar dapat dilakukan lebih awal.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id