Mengapa Resistensi Antibiotik Berbahaya?

    Kumara Anggita - 23 November 2019 14:05 WIB
    Mengapa Resistensi Antibiotik Berbahaya?
    Banyak orang tidak tahu bahwa resistensi antibiotik berbahaya bagi tubuh. (Ilustrasi/Pexels/Pixabuy).
    Depok: Banyak orang tidak tahun bahwa resistensi antibiotik berbahaya bagi tubuh. Hal ini membuat mereka dengan seenaknya meggunakan antibiotik untuk menyembuhkan berbagai penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter.

    Kebiasaan ini bisa membuat bakteri mengalami resistensi terhadap antibiotik yang paling buruknya berdampak pada kematian. 

    Bagaimana hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya.

    Akibat terjadinya resistensi antibiotik pada suatu bakteri, bakteri tersebut tidak dapat lagi dimatikan dengan antibiotik. Sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kematian.

    Bakteri akan menjadi resisten dengan cepat jika pemakaian antibiotik berlebihan sehingga menyebabkan penyakit susah disembuhkan dan penyebaran sulit dihentikan. Jika jumlah bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin banyak, ragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat beresiko.

    Efek dari kondisi ini, pasien harus menjalani perawatan yang lebih lama dan menanggung biaya perawatan yang lebih mahal.

    “Aturan pengendalian antibiotik sudah dikeluarkan melalui Permenkes No 8 Tahun 2015, yang mengatur setiap rumah sakit diwajibkan memiliki tim PPRA dan menerapkan program-program pengendalian antibiotik. Tantangan yang dihadapi adalah konsistensi dari semua komunitas kesehatan terutama manajemn rumah sakit dalam menginplementasikan aturan ini di lapangan,” ujar Ketua KPRA, Dokter Hari Paraton di RSUI, Depok, Kamis, 21 November 2019.

    Saat ini, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) didukung oleh berbagai pihak seperti Kementrian Kesehatan RI, Kementrian Pertanian RI, World Health Organization Indonesia (WHO), Komite Pencegahan Resistensi Antimikroba Nasional (KPRA) dan pihak produsen obat ingin mencegah resitensi antibiotik ini dengan saling berkolaborasi pada berbagai sektor. Dengan seperti diharapkan, semua masyaralat bisa menggunakan antibiotik dengan bijaksana.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id