Tahapan dalam Mencegah dan Mengendalikan Sebaran Covid-19

    Raka Lestari - 26 Maret 2020 09:00 WIB
    Tahapan dalam Mencegah dan Mengendalikan Sebaran Covid-19
    Karantina diri penting manakala kita mengalami gejala keluhan seperti influenza. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 bergantung pada peran komunitas, yaitu masyarakat. Hal ini karena covid-19 merupakan penyakit menular yang akan meningkat jika seseorang berada di ruang-ruang publik.

    Untuk itu, pemerintah melakukan beberapa lagkah dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran covid-19 ini.

    Achmad Yurianto, Jubir Pemerintah untuk Penanganan covid-19 menjelaskan beberapa tahapan dalam mencegah dan mengendalikan sebaran covid-19.

    1. Jaga jarak

    “Pertama adalah harus dilaksanakan pembatasan jarak fisik dan kontak fisik dalam komunikasi sehari-hari,” ujar Yuri dalam Konferensi Pers Update Covid-19 di Kantor BNPB, Rabu, 24 Maret 2020.

    Ia juga mengatakan bahwa jarak fisik dan kontak fisik tersebut perlu dilakukan, baik ketika sedang berada di dalam rumah maupun di luar rumah. “Setidak-tidaknya memiliki jarak lebih dari 1,5 meter. Ini menjadi kunci,” tuturnya.

    2. Masyarakat paham covid-19 dan tak panik

    “Kemudian yang kedua, kami berharap bahwa masyarakat memahami betul tentang penyakit ini sehingga kemudian tidak perlu ada kepanikan,” tambah Yuri. 

    Menurutnya, jika merasakan tidak enak badan maka sebaiknya segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis yang tepat.

    3. Karantina diri

    “Berikutnya ada upaya karantina diri. Ini penting manakala kita mengalami gejala keluhan seperti influenza maka yang harus pertama kali dilakukan adalah yakinlah bahwa kita tidak akan menyebarkan penyakit ini ke orang lain,” tutur Yuri.

    Yuri juga menyarankan agar mereka yang merasa tidak sehat sebaiknya menggunakan masker, tinggal di rumah, dan menjaga jarak dengan anggota keluarga yang lain dan selalu menjaga kebersihan. 

    “Bisa saja kita batuk, bersin, lalu mengenai barang-barang di rumah kemudian tidak sengaja disentuh oleh orang lain dan orang lain itu akan terinfeksi gara-gara kita.”

    4. Skrining massal

    “Dan yang berikutnya adalah dilaksanakan kegiatakn skrining massal. Skrining massal ini adalah pemeriksaan massal untuk melakukan penyaringan. Oleh karena itu skrining masal dengan rapid test tidak diarahkan untuk menegakkan diagnosis karena rapid test yang kita gunakan adalah rapid test yang berbasis pada respons imunologi seseorang,” jelas Yuri.

    Menurut Yuri, ketika virus masuk ke dalam tubuh seseorang maka tubuh secara otomatis akan membentuk antibodi.

    Akan tetapi, rapid test ini tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan dalam menentukan seseorang positif covid-19 atau tidak, karena bisa saja ketika sedang diperiksan menggunakan rapid test ini antibodi belum terbentuk.

    “Kita paham bahwa antibodi itu butuh waktu kurang lebih enam sampai tujuh hari. Sehingga kalau infeksi itu belum enam sampai tujuh hari dan kita lakukan pemeriksaan maka hasilnya akan negatif,” tutup Yuri. 

    Jadi, tetap jangan bosan mencuci tangan walaupun Anda berada di dalam rumah. Karena berbagai benda di rumah juga bisa dipegang bersama-sama dengan anggota keluarga yang lainnya, misalnya saklar lampu, gagang pintu, remote dan lainnya.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id