Cara Membedakan Sesak Napas karena Panik Atau Penyakit

    Raka Lestari - 01 Juli 2020 11:06 WIB
    Cara Membedakan Sesak Napas karena Panik Atau Penyakit
    Keluhan sesak napas juga bisa terjadi karena adanya perasaan panik. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Sesak napas bisa jadi merupakan salah satu pertanda adanya gangguan kesehatan pada tubuh. Dan pada masa pandemi covid-19, sesak napas juga bisa menjadi salah satu pertanda infeksi covid-19. Namun keluhan sesak napas juga bisa terjadi karena adanya perasaan panik. 

    “Tampilannya akan sama antara sesak napas karena panik atau karena suatu penyakit, yaitu napas yang tersengal-sengal, pendek dan cepat. Kalau dihitung pasti napasnya akan lebih cepat dari biasanya,” ujar dr. Fransiska M. Kaligis, Sp.KJ(K), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUI, dalam Webinar Bicara Sehat Virtual RSUI ke-18, Selasa, 30 Juni 2020. 

    Akan tetapi, menurut dr. Fransisika jika sesak napas terjadi karena adanya perasaan panik biasanya keluhan sesak napas akan muncul secara tiba-tiba. “Kalau penyakit, infeksi di paru-paru misalnya biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi akan berproses, dan sesak napas itu terjadinya terus-menerus,” tutur dr. Fransiska. 

    “Kalau sesak napas tersebut karena panik, biasanya sesak napas tersebut akan menghilang dalam waktu 15 – 30 menit atau bisa hilang secara berangsur-angsur. Dan jika itu karena perasaan panik, biasanya dengan menenangkan diri juga akan berkurang atau menghilang,” jelas dr. Fransiska.

    Ia menambahkan bahwa sesak napas yang terjadi karena perasaan cemas atau panik, biasanya akan disertai dengan perasaan berdebar-debar kemudian diikuti dengan keringat dingin. “Rasa ketakutan yang hebat tersebut, biasanya juga akan membuat tubuh menjadi lemas. Beberapa kasus mungkin juga disertai dengan rasa ketakutan yang besar, misalnya perasaan takut akan kematian,” ujar dr. Fransiska. 

    “Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas akibat cemas atau panik adalah dengan mengatur napas. Napas yang tadinya cepat dan pendek itu, akan menjadi lebih lambat dan dalam. Dengan mengatur pernapasan agar bisa lebih tenang, biasanya sesak napas akan berkurang. Dan itu biasanya tanda bahwa sesak napas karena cemas. Kalau karena suatu penyakit, biasanya dengan mengatur napas pun tidak bisa diatasi,” tutup dr. Fransiska. 





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id