Penanganan Covid-19: Belajar dari Suksesnya Social Distancing di Korea Selatan

    Sunnaholomi Halakrispen - 20 Maret 2020 14:19 WIB
    Penanganan Covid-19: Belajar dari Suksesnya <i>Social Distancing</i> di Korea Selatan
    Pemeriksaan suhu tubuh di Korea Selatan. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)
    Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mengimbau masyarakat untuk manjalankan social distancing. Cara ini harus diterapkan bersama-sama untuk mengurangi dan mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

    Namun, mampukah social distancing mencegah penularan penyakit covid-19? Pada dasarnya, social distancing berarti menjaga jarak antar individu, setidaknya satu meter.

    Kemudian, tidak pergi ke tempat keramaian, untuk berbelanja, ke mal, berkumpul di cafe, ke tempat fitness atau gym, dan lainnya. Kecuali, jika ada hal mendesak. Bahkan bekerja, belajar, dan beribadah pun diimbau untuk dilakukan di rumah saja.

    Penerapan social distancing, Korea Selatan telah lebih dulu melakukannya. Masyarakat di Negeri Gingseng tersebut telah memahami betapa pentingnya social distancing.

    Mereka pun melakukannya dengan tepat, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Belajar dari  Korea Selatan yang sukses melakukan metode ini, ternyata diimbangi dengan penanganan yang masif.

    Dalam satu hari, mereka bisa melakukan tes sebanyak 15-20 ribu spesimen. Masyarakat bahkan dimudahkan cek covid-19 dengan bisa drive thru.

    "Saya perhatikan social distancing di Korea Selatan ini dimaknai tidak berarti berhentinya kegiatan. Jadi misalnya pabrik-pabrik tetap berjalan," ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, dalam Prime Talk Metro TV.

    Hadi menjelaskan, masyarakat tidak dibatasi dalam hal pekerjaan atau tidak diwajibkan work from home. Namun, tanggung jawab akan keselamatan dan kesehatan para karyawan ada pada sang pemilik perusahaan itu. Demikian pula sektor pendidikan, yakni sekolah dan universitas.

    "Universitas belajar mengajar secara online dan tanggung jawab ada pada pengelola kampus. Di kantor-kantor seperti KBRI ya pemimpinnya yang tanggung jawab," tuturnya.

    Data per Rabu, 18 Maret 2020, jumlah kasus covid-19 di Korea Selatan mencapai 8.413 kasus. Sebanyak 84 orang meninggal, sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.540 orang.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id