Kehilangan Kemampuan Indra Penciuman Bisa Jadi Salah Satu Gejala Covid-19?

    Raka Lestari - 25 Maret 2020 10:00 WIB
    Kehilangan Kemampuan Indra Penciuman Bisa Jadi Salah Satu Gejala Covid-19?
    Beberapa virus menyebabkan neuron sensor penciuman mati lebih cepat. Jika neuron sensor penciuman mati maka sinyal bau tidak bisa sampai ke otak. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Kasus covid-19 angkanya masih bertambah di Indonesia, meskipun di Wuhan, Tiongkok di mana kasus covid-19 pertama kali muncul sudah menurun drastis.

    Gejala awal dari covid-19 ini di antaranya demam, batuk kering, kesulitan bernapas, dan baru-baru ini disebutkan juga bahwa kehilangan kemampuan pada indra penciuman secara tiba-tiba merupakan gejala lainnya dari covid-19.

    Dilansir dari Health, Kasandra Brabaw dalam "Lost Sense of Smell May Be a Symptom of Coronavirus, According to Experts," asosiasi ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan Inggris (ENT UK) menyebutkan bahwa hilangnya kemampuan pada indra penciuman bisa menjadi salah satu gejala covid-19.

    Clare Hopkins, presiden British Rhinological Society, dan Nirmal Kimar, presiden British Association of Otorhinolaryngology menyarankan agar siapapun yang mengalami kehilangan kemampuan pada indra penciuman dan indra perasa secara tiba-tiba untuk melakukan isolasi diri selama tujuh hari.

    “Menurut kami, pasien-pasien ini bisa menjadi pembawa virus yang tersembunyi yang sampai saat ini menyebabkan penyebaran covid-19,” ujar keduanya dalam sebuah pernyataan. "Sayangnya, pasien-pasien ini tidak memenuhi kriteria untuk pengujian atau isolasi diri."

    Maria Van Kerkhove, direktur teknis covid-19 untuk WHO juga mengatakan bahwa kehilangan kemampuan pada indra penciuman dan indra perasa secara tiba-tiba bisa menjadi indikator infeksi covid-19. 

    “Kami sudah menerima laporan beberapa orang yang mengalami gejala awal yang mungkin kehilangan kemampuan pada indra perasa mereka,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa hal ini sedang dilakukan penelitian lebih lanjut oleh WHO.

    “Meskipun masih belum dipastikan mengenai apa yang menyebabkan covid-19, beberapa virus memang dapat memengaruhi neuron sensorik penciuman itu sendiri,” kata Donald Wilson, PhD, ahli saraf dan fisiologi di New York University Langone School of Medicine. 

    “Dan ketika molekul yang bertugas untuk membaui sesuatu berikatan dengan reseptor di permukaannya, neuron sensor penciuman mengirimkan sinyal ke otak,” kata Wilson. Itulah bagaimana cara kita merasakan bau sesuatu.

    Namun, beberapa virus menyebabkan neuron sensor penciuman mati lebih cepat. “Jika neuron sensor penciuman mati maka sinyal bau tidak bisa sampai ke otak dan kita kehilangan indra penciuman,” kata Wilson. 

    "Dan karena persepsi kita tentang rasa biasanya bergantung pada penciuman, banyak orang juga akan mengeluh kehilangan kemampuan merasakan sesuatu," tutupnya.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id