Penyebab Stunting Tidak Hanya karena Masalah Gizi

    Raka Lestari - 10 Februari 2020 18:16 WIB
    Penyebab Stunting Tidak Hanya karena Masalah Gizi
    Acara Media Gathering Pencegahan Stunting di Indonesia. (Foto: Raka/Medcom.id)
    Jakarta: Stunting merupakan masalah kesehatan yang patut menjadi perhatian nasional. Berdasarkan data WHO dan Bank Dunia, sebanyak 31 persen dari anak-anak Indonesia menderita stunting atau gagal tumbuh. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Sudan Selatan, Komoro, dan Liberia.

    “Stunting ini bukan sekedar masalah kesehatan dan gizi saja, walaupun utamanya memang kedua hal itu. Stunting juga berhubungan erat dengan masalah kebersihan dan sanitasi, pola asuh, literasi ibu terkait tumbuh kembang balita serta pola hidup sehari-hari,” ujar dr. Siswanto, MHP, DTM, Kepala Badan Litbang Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI, dalam acara Media Gathering Pencegahan Stunting di Indonesia, di Jakarta Selatan, Senin, 10 Februari, 2020.

    Dokter Siswanto juga menambahkan bahwa penanggulangan stunting sebaiknya harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Kebersihan itu hubungannya dengan penyakit. Kalau dia terkena penyakit, infeksi terutama maka bisa menjadi gagal tumbuh.

    "Misalnya kalau terkena cacingan, otomatis akan mengalami gagal tumbuh. Maka dari itu imunisasi sangat penting agar tidak sakit,” tambah dr. Siswanto.

    Permasalahan stunting ini membutuhkan upaya penanggulangan yang terintegrasi antara pemerintah, LSM, kader/tenaga kesehatan, dan masyarakat. Meski demikian, pada dasarnya stunting dapat dicegah dengan perilaku-perilaku sederhana.

    “Bicara intervensi, salah satu yang bisa dilakukan adalah pada ibu hamil. Namun memang intervensi pada ibu hamil ada yang bisa diintervensi ada yang tidak. Dan intervensi yang paling baik itu adalah intervensi pada seribu hari pertama kehidupan bayi,” tutur dr. Siswanto.

    Berdasarkan data dari Organisasi 1000 Days Fund, sebuah organisasi yang bertujuan untuk mencegah stunting menyebutkan bahwa, sebanyak 3 dari 10 anak di Indonesia mengalami stunting atau malnutrisi kronis. Berdasarkan data tersebut, prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Benua Afrika dan Bangladesh.

    Anak-anak yang mengalami stunting lebih rentan terkena diare, pneumonia, dan beberapa penyakit kronis lainya yang dapat mengancam kesehatan anak-anak di Indonesia. Menurut data organisasi 1000 Days Fund, sebanyak 70.000 kematian anak-anak yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya berkaitan dengan malnutrisi.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id