Kenapa Penting Mengurangi Konsumsi Natrium?

    Sunnaholomi Halakrispen - 26 September 2020 16:05 WIB
    Kenapa Penting Mengurangi Konsumsi Natrium?
    Orang dengan apa yang disebut sensitivitas natrium, kecenderungan genetik untuk mengalami lonjakan tekanan darah yang lebih besar dari natrium, harus menghindari garam. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Natrium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Namun, mengonsumdi lebih banyak natrium bukan berarti lebih baik untuk tubuh. 

    Dikutip dari Very Well Fit, terlalu banyak natrium dalam makanan dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. Kondisi ini adalah penyebab utama penyakit jantung dan stroke. 

    Mereka yang menderita penyakit ginjal juga mungkin perlu memerhatikan asupan natrium mereka. Sebab, ginjal yang rusak mungkin lebih sulit memproses natrium. Di sisi lain, orang dengan penyakit kronis bukanlah satu-satunya yang sebaiknya mengurangi natrium. 

    Menurut American Heart Association (AHA), sembilan dari 10 orang Amerika mengonsumsi terlalu banyak natrium 7 Rata-rata, orang Amerika mengonsumsi 3.400 miligram sehari. Hal ini dibandingkan dengan batas yang direkomendasikan AHA sebesar 1.500 miligram dan rekomendasi harian Badan Pengawas Obat & Makanan Amerika Serikat nilai kurang dari 2.300 miligram.

    Meskipun ada beberapa desas-desus dalam beberapa tahun terakhir bahwa hanya orang dengan apa yang disebut sensitivitas natrium, kecenderungan genetik untuk mengalami lonjakan tekanan darah yang lebih besar dari natrium, harus menghindari garam. Para ahli mengatakan mengurangi natrium adalah pilihan cerdas bagi kebanyakan dari kita.

    "Saya biasanya menyarankan agar orang tidak menjadi gila natrium terlepas dari apakah mereka diberi label sebagai sensitif natrium," ujar Ahli Diet Lauren Manaker, MS, RDN, LD. 

    "Terlalu banyak asupan garam dapat mengakibatkan beberapa hasil kesehatan yang negatif. Menemukan cara untuk membumbui makanan tanpa menambahkan terlalu banyak natrium adalah perubahan positif dalam banyak praktik diet," tambahnya.

    Namun, Anda tidak sendiri jika memiliki asosiasi negatif dengan MSG. Empat dari 10 orang Amerika melaporkan menghindarinya, dan banyak makanan datang dengan label tanpa MSG yang membuat banyak orang percaya itu tidak aman untuk dikonsumsi.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id