Stres Justru Bikin Tambah Gemuk?

    Kumara Anggita - 03 Februari 2020 15:42 WIB
    Stres Justru Bikin Tambah Gemuk?
    Jika stres selalu ada, Anda dapat mengalami paparan yang berlebihan terhadap kortisol, dan kortisol juga merupakan stimulan nafsu makan. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Stres tidak hanya memengaruhi kondisi emosional dan psikologis namun juga tubuh Anda. Beberapa orang berat badannya naik drastis. Dan kenaikan berat badan ini beserta faktor-faktor lainnya bisa memberikan dampak negatif pada tubuh. 

    Menurut Dr. Charlie Seltzer seperti dilansir dari Healthline, ini terjadi karena untuk merespons stres tersebut, tubuh meningkatkan kadar kolistrol. Kolistrol di sini berfungsi untuk membuat tubuh Anda dalam keadaan siaga untuk melawan sesuatu atau melarikan diri.

    Kortisol, hormon stres yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal, meningkat sebagai respons terhadap ancaman. Ketika Anda tidak lagi melihat ancaman, kadar kortisol kembali normal.

    Tetapi jika stres selalu ada, Anda dapat mengalami paparan yang berlebihan terhadap kortisol, yang menurut Seltzer merupakan masalah karena kortisol juga merupakan stimulan nafsu makan yang signifikan.

    "Inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang merespons stres dengan mencari makanan yang menenangkan," ia menjelaskan.

    Tak hanya itu, sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan bahwa tubuh manusia metabolismenya juga jadi lebih melambat saat dalam keadaan stres. Studi ini menemukan bahwa partisipan perempuan yang sedang mengalami stres membakar 104 kalori lebih sedikit daripada perempuan yang tidak stres.

    Hal menarik yang ditemukan oleh peneliti adalah, mereka yang stres juga memiliki kadar insulin yang lebih tinggi.

    Dampak stres pada tubuh Anda
    Ketika stres memuncak atau menjadi sulit untuk dikelola, konsekuensi serius yang terkait dengan kesehatan jangka panjang dapat terjadi. 

    Risiko yang terkait dengan kenaikan berat badan meliputi:

    1. Tekanan darah tinggi
    2. Diabetes
    3. Penyakit jantung
    4. Stroke
    5. Masalah reproduksi
    6. Penurunan fungsi paru-paru dan pernapasan
    7. Peningkatan nyeri sendi

    Selain itu, ada bukti hubungan antara obesitas dan kanker tertentu seperti pankreas, kerongkongan, usus besar, payudara, dan kanker ginjal. Dampak buruk ini tentunya ingin semua orang hindari. Untuk itu, Anda harus bisa mengelola stres tersebut dengan baik dari sekarang.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id