Haruskah Hindari Nanas Saat Hamil?

    Sunnaholomi Halakrispen - 14 Mei 2020 07:00 WIB
    Haruskah Hindari Nanas Saat Hamil?
    Ditinjau secara medis oleh Debra Sullivan, PhD, MSN, RN, CNE, COI, nanas merupakan pilihan yang aman dan sehat selama kehamilan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Saat hamil, Anda akan mendengar banyak pemikiran dan pendapat dari orang-orang yang bermaksud baik, seperti teman, anggota keluarga, guru, bahkan orang asing. Beberapa informasi yang diberikan sangat membantu. Namun, bisa juga kurang informasi.

    Misalnya, Anda mungkin pernah mendengar kisah lama bahwa jika Anda memakan buah nanas saat hamil, Anda akan melahirkan atau keguguran. Sebelum Anda menghindari buah lezat dan bergizi ini selama sembilan bulan ke depan, ketahuilah faktanya.

    Ditinjau secara medis oleh Debra Sullivan, PhD, MSN, RN, CNE, COI, dilansir dari Healthline, nanas merupakan pilihan yang aman dan sehat selama kehamilan. Seseorang mungkin telah mengatakan kepada Anda untuk menghindari buah ini karena dapat menyebabkan keguguran dini atau menyebabkan persalinan.

    Sullivan bilang itu hanya mitos. "Sebab, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa nanas berbahaya selama kehamilan. Rumor tentang nanas adalah murni anekdotal," tulisanya lagi.

    Namun, nanas mengandung bromelain, sejenis enzim. Tablet bromelain memang tidak direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan. Lantaran, dapat memecah protein dalam tubuh dan menyebabkan perdarahan abnormal.

    Meskipun bromelain ditemukan dalam inti nanas, sangat sedikit yang benar-benar ada dalam daging nanas yang kita makan. Jumlah bromelain dalam satu porsi nanas tidak akan memengaruhi kehamilan Anda.

    Diet kehamilan ideal

    Maka demikian, asupan normal buah nanas ini tidak memengaruhi kehamilan Anda. Sementara itu, bisakah nanas menjadi bagian dari diet kehamilan yang sehat?

    Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), diet kehamilan ideal terdiri dari makanan dari lima kelompok. Di antaranya, sayuran, buah-buahan, susu, biji-bijian, serta protein (seperti daging, unggas, ikan, telur, dan kacang-kacangan).

    Makanan dari kelompok-kelompok itu membantu memberi bayi Anda banyak vitamin dan mineral yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Untuk merasakan yang terbaik, Anda harus mencoba untuk mendapatkan campuran sehat, makanan padat gizi. Minumlah banyak air juga.

    Berapa banyak tepatnya yang Anda makan berkaitan dengan usia, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas Anda. Contohnya, perhatikan seorang berusia 30 tahun yang cukup aktif yang tingginya 150 sentimeter dan berat 63 kilogram.

    USDA akan merekomendasikan bahwa ia mendapatkan sekitar 4,5 cangkir buah dan sayuran per hari pada trimester pertamanya. Pada trimester kedua dan ketiga, jumlah yang disarankan melonjak menjadi 5 gelas.

    Seorang hamil berusia 30 tahun yang tingginya 150 sentimeter, bisa saja perlu mendapatkan sebanyak 6,5 cangkir buah dan sayuran sehari. Sebab, tergantung pada tingkat aktivitasnya.

    Sementara itu, jika Anda ingin memasukkan nanas dalam diet kehamilan Anda tetapi tidak cukup tahu harus mulai dari mana, Anda dapat menambahkannya dengan beberapa cara berbeda.

    Misalnya, masukkan potongan nanas segar ke dalam yoghurt pagi Anda. Bisa juga dengan memblender nanas beku menjadi smoothie. Cara lain, letakkan nanas segar di atas panggangan Anda untuk hidangan penutup musim panas yang sehat, atau jadikan nanas sebagai toping kebab maupun pizza. 




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id