Covid-19, Impor Bahan Baku Obat di Indonesia Terhenti

    Sunnaholomi Halakrispen - 23 Februari 2020 09:55 WIB
    Covid-19, Impor Bahan Baku Obat di Indonesia Terhenti
    Menkes Terawan menerangkan substitusi bahan baku obat dinilai paling penting. (Foto: Medcom.id/Antonio)
    Jakarta: Virus corona Covid-19 mewabah di Tiongkok dan produksi bahan baku obat di Tiongkok, terhenti. Lantaran demikian, impor obat dari Tiongkok ke Indonesia menjadi tantangan tersendiri. 

    Namun, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku pemerintah melakukan upaya. Khususnya, melakukan percepatan dengan mendorong investasi bahan baku, produk obat, serta alat kesehatan.

    Hal tersebut pun bisa menjadi peluang baik untuk memperkuat diri. Tujuannya agar tercapai produksi obat menggunakan bahan baku dari dalam negeri.

    "Kesiapan bahan baku yang ada di Indonesia yang ketergantungannya besar kita mau lihat mau cek, ternyata kita sudah banyak mengalami kemajuan mensubstitusi bahan baku juga sudah dilakukan," ujar Terawan di Cikarang, Bekasi, Jumat, 21 Februari 2020.

    "Semoga ketersediaan obat nasional dan kekuatan kita didalam memenuhi kebutuhan dalam negeri menjadi terus tetap tercapai dan tetap baik," tambahnya.

    Terawan memaparkan bahwa bukan hanya fitofarmaka (obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya), tapi substitusi bahan baku juga dinilai paling penting. Yang kedua, dipakai istilah OMAI atau obat modern asli Indonesia. 

    "Manfaatnya sangat besar dan sangat baik, sedangkan efek sampingnya sangat kecil bahkan hampir tereliminir. Menurut saya ini sebuah potensi pasar yang luar biasa," tuturnya.

    Tujuan selanjutnya, untuk membuat seluruh pihak ikut menggunakan obat dengan bahan-bahan yang asli dari Indonesia. Juga diharapkan dapat membantu menekan harga obat agar lebih murah. 

    "Menunjukkan bahannya sudah mulai terpenuhi dan ini sangat penting sehingga kita bisa menekan harga obat menjadi sangat terjangkau," ucapnya.

    Terawan menyatakan bahwa pemeriksaan di lapangan secara langsung harus terus dilakukannya. Supaya, nantinya tidak ada yang salah dalam penerapan kebijakannya.

    "Kita tinggal bergaining untuk bisa dimasukkan JKN dan sebagainya sehingga menurunkan cost maupun bahan habis pakai," pungkasnya.

    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id