Fakta Seputar Air Mineral

    Sunnaholomi Halakrispen - 18 Agustus 2020 09:27 WIB
    Fakta Seputar Air Mineral
    Air mineral memberikan manfaat baik bagi kesehatan tubuh.(Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Air mineral memberikan manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Apabila tubuh kekurangan konsumsi air, maka berisiko menimbulkan masalah penyakit. Namun, ada fakta lain seputar air mineral yang perlu Anda ketahui.

    Dikutip dari Medical News Today, bayi dan anak-anak memiliki persentase air lebih tinggi daripada orang dewasa. Ketika bayi lahir, sekitar 78 persen airnya, tetapi turun menjadi 65 persen pada usia 1 tahun.

    Jaringan lemak memiliki lebih sedikit air dibandingkan jaringan tanpa lemak. Pria memiliki lebih banyak air daripada wanita, sebagai persentase. Lalu, apakah kita cukup minum air?

    Sebuah studi pada tahun 2013 menganalisis data dari Survei Sikap dan Perilaku Pangan tahun 2007 dari Institut Kanker Nasional. Studi ini dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

    Dari sampel 3.397 orang dewasa, para peneliti menemukan bahwa 7 persen orang dewasa melaporkan tidak mengonsumsi air minum setiap hari. Sementara, 36 persen orang dewasa dilaporkan minum 1-3 cangkir air minum sehari.

    Kemudian, 35 persen orang dewasa dilaporkan minum 4-7 cangkir air minum sehari. Sebanyak 22 persen orang dewasa melaporkan minum 8 cangkir atau lebih sehari.

    Selain itu, orang lebih cenderung minum kurang dari 4 cangkir air minum setiap hari. Mayoritas mereka mengonsumsi 1 cangkir atau kurang dari buah atau sayuran dalam sehari.

    Penelitian tersebut hanya mengukur asupan air minum. Cairan bisa didapat dari minuman lain, tapi air paling baik karena bebas kalori, bebas kafein, dan bebas alkohol.

    Tujuh persen responden melaporkan tidak minum air sama sekali setiap hari, dan mereka yang minum sedikit air juga mengonsumsi lebih sedikit buah dan sayuran. Data ini menunjukkan bahwa sejumlah orang mempertaruhkan kesehatan mereka dengan tidak mendapatkan cukup cairan.

    Apabila responden yang melaporkan tingkat asupan air yang rendah ternyata mendapatkan cukup cairan, kemungkinan besar mereka mendapatkannya dari sumber yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

    "Persyaratan biologis untuk air dapat dipenuhi dengan air biasa atau melalui makanan dan minuman lain. Hasil dari studi epidemiologi sebelumnya menunjukkan bahwa asupan air mungkin berbanding terbalik dengan volume minuman yang dimaniskan secara kalori dan asupan cairan lainnya," tulis peneliti.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id