Mengenal Vitiligo, Bercak-bercak Putih pada Kulit

    Kumara Anggita - 20 November 2019 15:05 WIB
    Mengenal Vitiligo, Bercak-bercak Putih pada Kulit
    Presentasi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dian Pratiwi dalam Seminar Media Vitiligo Munculnya Si Putih yang Tidak Diharapkan. (Foto: Kumara/Medcom.id)
    Jakarta: Tahukah Anda tentang penyakit kulit Vitiligo? Penyakit ini timbul akibat kurangnya prigmen melanin dalam tubuh yang bertugas memberi warna untuk kulit, mata, dan rambut.

    Warna kulit manusia dipengaruhi oleh pigmen bernama melanin. Pada penyakit vitiligo, sel-sel pembentuk melanin (melatonosit) berhenti berfungsi memproduksi melanin.

    "Vitiligo merupakan penyakit hilangnya warna kulit yang berbentuk bercak-bercak warna putih susu. Luas dan keparahan kehilangan warna kulit dari Vitiligo tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi di bagian mana pun dari kulit tubuh, termasuk juga rambut dan selaput lendir misalnya bagian dalam mulut," ujar Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dian Pratiwi dalam Seminar Media 'Vitiligo Munculnya Si Putih yang Tidak Diharapkan' di Jakarta, Rabu, 20 November 2019.

    "Warna kulit dan rambut ditentukan oleh melanin, Vitiligo terjadi ketika sel-sel yang memproduksi melanin yaktu melanosit mati atau berhenti berfungsi. Biasanya, perubahan warna pertama kali terlihat pada area yang terpapar sinar matahari seperti tangan, kaki, lengan, wajah, dan bibir," lanjutnya.

    Dokter Dian pun menambahkan, penyebab pasti Vitiligo masih belum sepenuhnya dipahami. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berbagai mekanisme seperti kelainan metabolik, stres oksidatif, respons autoimun, dan faktor genetik berkontribhsi pada timbulnya Vitiligo.

    "Meskipun tidak mengancam jiwa, tidak menular, dan tidak ada gejala yang dirasakan oleh pasien, efek Vitiligo dapat mengganggu secara kosmetik dan psikologis, seperti kurang percaya diri, citra tubuh yang buruk, stress dan efek negatif lainnya," lanjutnya.

    Vitiligo dapat terjadi pada manusia di segala usia. Namun sebagian besar, penderita mengalaminya sebelum usia 20 tahun.

    Untuk mendeteksi penyakit ini, Anda bisa melihat adanya kehilangan warna kulit yang merata menjadi putih susu, uban pada rambut di kulit kepala, bulu mata, alis atau janggut. Di samping itu juga terdapat kehilangan warna pada bagian dalam mulut dan hidung, kehilangan atau perubahan warna lapisan dalam bola mata.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id