Penyebab Mata Merah

    Raka Lestari - 29 November 2019 10:09 WIB
    Penyebab Mata Merah
    Iritasi mata ringan merupakan gangguan pada mata yang sering disepelekan banyak orang.(Ilustrasi/Pexels).
    Jakarta: Iritasi mata ringan merupakan gangguan pada mata yang sering disepelekan banyak orang. Meskipun memang iritasi mata ringan bisa sembuh dengan sendirinya, namun jika mata merah tidak kunjung sembuh dan tidak segera diobati justru bisa membahayakan mata Anda sendiri. 
     
    “Iritasi mata ringan ditandai dengan mata merah yang disertai mata kering. Hal ini sering terjadi juga tanpa kita sadari, terutama pada para pengendara motor yang sering terpapar polusi udara, debu dan asap serta terpaan angin disaat berkendara membuat mata  menjadi rentan terhadap iritasi ringan,” ujar  dr. Iva Yulia, Sp.M., seorang dokter spesialis mata, dalam acara peluncuran Rohto DryFresh dan Rohto V-Extra, di Cimahi, Jawa Barat, Kamis, 28 November 2019. 
     
    Iritasi mata ringan terlihat dengan kondisi mata yang merah, namun bagaimana mengetahui bahwa mata merah tersebut disebabkan karena mata yang kering atau karena penyebab lainnya? “Mata merah bisa terjadi karena mata kering atau karena infeksi, inflamasi, atau alergi. Infeksi yang menyebabkan mata merah salah satunya adalah sakit mata. Sedangkan jika mata yang merah karena alergi biasanya kalau terkena sinar matahari mata menjadi merah atau sehabis berenang mata menjadi merah, itu dikarenakan alergi,” dr. Iva. 
     
    Ia juga menambahkan bahwa mata yang merah bisa juga disebabkan karena tumor pada mata, luka, atau glukoma pada mata. “Namun untuk memastikannya sebaiknya tetap harus konsultasi ke dokter,” ujar dr. Iva. “Jika penglihatan menjadi buram, mata terasa nyeri atau terdapat kotoran mata, sebaiknua diperiksakan ke dokter. Paling utama adalah jika mata Anda mengalami buram.” 
     
    Menurut dr. Iva, untuk mengatasi mata merah bisa menggunakan metode rule of twenty. “Yaitu setiap melihat gadget 20 menit, istirahat selama 20 detik, kemudian memandang objek yang berjarak sekitar 20 feet atau sama dengan 6 meter. Selain itu juga bisa mengonsumsi makanan yang mengandung omega -3 seperti ikan. Dan yang paling terpenting adalah dengn melakukan pola hidup sehat,” tukas dr. Iva.




    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id