Sumber Polusi Udara di Dalam Ruangan

    Sunnaholomi Halakrispen - 11 Januari 2020 10:06 WIB
    Sumber Polusi Udara di Dalam Ruangan
    Memasak dengan peralatan masak antilengket dapat mengeluarkan asap beracun pada suhu yang sangat tinggi. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Polusi udara tak hanya datang dari luar ruangan, karena ada banyak sumber polusi udara di dalam ruangan sekeliling kita. Bahkan, berasal dari benda yang tak kita sangka.

    Salah satunya, senyawa organik yang mudah menguap (VOC), misalnya gas yang dilepaskan oleh banyak produk rumah tangga. Gas tersebut dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala, mual, mata, serta tenggorokan yang teriritasi. 

    Polusi udara dalam ruangan mungkin sangat berbahaya bagi anak-anak, yang bernapas lebih cepat daripada orang dewasa, menghirup lebih banyak udara. Ini terutama dapat memengaruhi bayi yang berada di dekat tanah selaku kontaminan berat menggantung di udara. Berikut sumber polusi lain dari dalam ruangan, seperti dilansir dari WebMD:

    1. Karpet yang memancarkan bahan kimia

    Banyak orang mengeluh sakit kepala, ruam, serta iritasi mata dan tenggorokan ketika karpet dipasang. Karpet, padding, dan perekat baru, mengeluarkan gas yang berpotensi berbahaya. 
    Pilihlah karpet yang rendah VOC. Kemudian, minta karpet dibuka beberapa hari sebelum digunakan. Jauhi karpet baru dari rumah Anda selama karpet dibersihkan. Lalu, simpanlah karpet dalam ruang berventilasi baik setelah karpet selesai dipakai.

    2. Cat

    Cat dapat memancarkan gas berbahaya. Untuk meminimalkan risiko kesehatan, pilih cat yang rendah VOC. Saat mengecat di dalam ruangan, biarkan jendela terbuka selama beberapa hari hingga cat mengering. 

    Cobalah untuk tidak menyimpan kaleng cat karena gas bisa bocor, bahkan dari wadah tertutup. Jika Anda harus menyimpan cat, simpanlah di tempat yang berventilasi baik dan jauh dari ruang tamu utama rumah Anda.
    Sumber Polusi Udara di Dalam Ruangan
    (Ilustrasi/Pexels)

    3. Asap teflon

    Memasak dengan peralatan masak antilengket dapat mengeluarkan asap beracun pada suhu yang sangat tinggi. Lapisan antilengket seperti teflon memancarkan bahan kimia saat dipanaskan di atas panas saat suhu 500 derajat. 

    Jangan menggunakannya dalam oven yang sangat panas atau panaskan di atas kompor, dan selalu gunakan kipas angin. Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk menggunakan panci dan wajan dari stainless steel.

    4. Kerajinan

    Aroma dari spidol, lem, dan perlengkapan seni lainnya dapat menyebabkan sakit kepala dan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Tanah liat polimer pun bisa melepaskan bahan kimia beracun ke udara. Bahkan beberapa barang yang terdapat penanda 'tidak beracun' mungkin mengandung pelarut yang berbahaya ketika dihirup.

    5. Produk pembersih

    Bahan kimia yang ditemukan di beberapa pembersih rumah tangga bisa menjadi racun jika terhirup. Ketika disentuh, menyebabkan ruam dan mengiritasi saluran pernapasan. Ini khususnya berlaku bagi orang yang rentan terhadap masalah kulit atau pernapasan. 

    Beberapa produk dapat memperburuk alergi. Produk yang mengandung amonia dan klorin bisa sangat mengiritasi anak-anak yang mengidap asma. Coba bersihkan dengan air panas, soda kue, kain mikrofiber, dan produk pembersih yang kurang beracun.

    6. Asap rokok

    Tinggal di rumah di mana seseorang merokok dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi telinga, pneumonia, bronkitis, dan batuk. Anak-anak dengan asma mungkin mengalami serangan yang lebih sering dan parah. 
    Sumber Polusi Udara di Dalam Ruangan
    (Ilustrasi/Pexels)

    Menghirup asap dapat menyebabkan asma pada anak-anak yang tidak pernah memiliki gejala sebelumnya. Asap pihak ketiga, yakni residu beracun yang melekat di pakaian, bantal, dan karpet bisa juga berbahaya bagi anak-anak. Terutama, ketika anak-anak bermain atau merangkak di lantai.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id