4 Cara Menghibur Anak yang Murung tanpa Bicara

    Anda Nurlaila - 16 Juli 2019 18:48 WIB
    4 Cara Menghibur Anak yang Murung tanpa Bicara
    Jika anak terlihat murung, berikan dia pelukan dan katakan Anda mencintai dan merindukannya sepanjang hari. (Foto: Pexels.com)
    Saat anak merasa kesepian atau putus asa, insting orang tua untuk melindungi langsung muncul. Selain ucapan menenangkan, bahasa tubuh seperti belaian dan pelukan serta makanan dan minuman dapat menyampaikan cinta orang tua pada anak.


    Jakarta: Kehangatan fisik sering kali dikaitkan dengan kehangatan emosional. Pelukan dan belaian orang tua akan mengingatkan anak saat dirinya digendong, disuapi orang tua semasa balita. Perasaan aman dan ikatan cinta membuat anak lebih mungkin memiliki hubungan dekat dan saling percaya sepanjang hidup kepada orang tua.

    “Meskipun kita tidak memiliki ingatan tentang disusui atau digendong saat bayi, respons positif terhadap sentuhan hangat tertanam dalam otak kita,” jelas profesor psikologi di Yale University John Bargh kepada Parents.

    Berdasar psikologi sosial thermoregulasi, jika ingin menenangkan dan meyakinkan anak, ada beberapa cara sederhana namun efektif.

    1. Naikkan suhu ruangan lebih hangat

    Temperatur hangat membuat anak merasa lebih dekat dengan orang-orang yang bersama mereka. Dalam sebuah penelitian di Belanda, anak usia empat hingga enam tahun diberi banyak stiker berwarna-warni dan diberi tahu bahwa mereka dapat berbagi dengan teman.

    Anak-anak yang ada di ruangan hangat lebih mau berbagi stiker daripada anak-anak  di ruangan bersuhu dingin.

    Lebih khusus lagi, hanya anak-anak dengan ikatan emosi kuat pada orang tua mereka yang berbagi lebih banyak stiker di kamar yang hangat. Ini adalah bukti adanya hubungan bawah sadar antara suhu hangat dan kehangatan emosi terjadi sejak awal kehidupan.

    4 Cara Menghibur Anak yang Murung tanpa Bicara
    (Perasaan aman dan ikatan cinta membuat anak lebih mungkin memiliki hubungan dekat dan saling percaya sepanjang hidup kepada orang tua. Foto: Pexels.com)

    2. Sajikan sup atau cokelat panas

    Secara rasional minum minuman hangat mungkin tidak memengaruhi perilaku. "Tapi ada hubungan kuat antara tubuh dan pikiran,” kata Dr Bargh. Dalam penelitiannya, separuh peserta diminta memegang sesuatu yang hangat, seperti secangkir kopi panas, dan setengahnya diminta memegang sesuatu yang dingin, seperti secangkir kopi es.

    Tanpa diberitahu sedang menjalani tes, peneliti mengukur perasaan peserta tentang para peserta dan orang lain. Peserta yang memegang kopi panas lebih cenderung memiliki perasaan hangat terhadap orang lain daripada mereka yang memegang es kopi.

    3. Memeluk atau menyelimutinya

    Ilmuwan saraf menemukan bahwa bagian otak yang disebut insula mengaktifkan respons terhadap kedua jenis kehangatan yakni saat orang menyentuh bantal pemanas atau mengirim pesan pada keluarga dan teman.

    Bargh dan rekan-rekannya menemukan bagian khusus insula yang berbeda aktif saat seseorang memegang sesuatu yang dingin atau ketika dia diperlakukan dengan dingin atau dicurangi oleh seseorang dalam permainan.

    4. Simpan strategi kecil ini untuk diri sendiri

    Mengatakan pada anak bahwa pelukan atau makanan dan minuman hangat setelah hari buruk membuatnya merasa lebih baik mungkin membuat anak menolak. Sebaiknya jika anak terlihat murung, berikan dia pelukan dan katakan Anda mencintai dan merindukannya sepanjang hari.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id