Hal-hal yang Dilarang saat Kapal Terbalik

    Sunnaholomi Halakrispen - 22 Januari 2020 17:12 WIB
    Hal-hal yang Dilarang saat Kapal Terbalik
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Kapal pinisi wisata mengalami kecelakaan di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 21 Januari 2020, sekitar pukul 12.20 WIB. Seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) selamat.

    Gelombang tinggi dinilai menjadi penyebab kapal pinisi wisata terbalik. Saat itu, kapal tengah mengangkut sejumlah wartawan Istana Kepresidenan yang berasal dari Jakarta usai meliput kegiatan Presiden Joko Widodo. Kepala Negara meresmikan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, Senin, 20 Januari 2020.

    Berkaitan dengan peristiwa tersebut, berada di kapal yang mengalami bencana seperti terbalik, kerap kali membuat panik. Meski demikian, ketenangan diri sangat dibutuhkan dan tak dipungkiri ada sejumlah larangan tindakan bagi para korban.

    Larangan pertama, tentang penggunaan pakaian berlebihan seperti jaket yang tebal dan sepatu yang berat. Lepaskan ketika hendak terjun ke laut menjauhi kapal sebagai upaya menyelamatkan diri sesuai arahan awak kapal. Jangan lupa menggunakan lifejacket atau pelampung.

    Cara tersebut dilakukan agar berat Anda tidak berlebih karena jaket tambahan yang Anda gunakan sebelumnya. Selanjutnya, Anda pun lebih mudah mengapung dan berenang di atas air laut.

    "Bisa memperlambat kita berenang dan akan membuat kita terasa seperti lebih tenggelam ke bawah. Jadi lebih baik dilepas, tapi tetap memakai pakaian dasar, misalnya kaus dan celana," ujar Letda Laut Kesehatan, dr. Rizya Mahesa selaku dokter TNI AL yang sedang berdinas di Pangkalan TNI AL Gorontalo, kepada Medcom.id di Jakarta.

    "Copot juga perhiasan yang terlihat berkilau, karena bisa memancing predator laut. Karena predator laut biasanya tertarik dengan benda-benda yang berkilau seperti itu," tambahnya.

    Hal-hal yang Dilarang saat Kapal Terbalik
    Kapal pinisi wisata yang ditumpangi sejumlah wartawan Istana Kepresidenan terbalik di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Istimewa

    Kemudian, ketika kapal berbalik, korban tidak diperbolehkan berada di dekat kapal. Sebaliknya, Anda harus menjauhi badan kapal tersebut. Caranya, dengan berenang ke laut sesuai arahan petugas setempat.

    Sebab, kapal yang mengalami masalah seperti bocor atau terbalik, cepat atau lambat kapal tersebut akan tenggelam. Maka, sangat berbahaya jika posisi korban tidak menjauhi kapal. Selanjutnya, kata dr. Rizya, ketika kapal tenggelam, kapal itu akan menarik benda-benda di sekitarnya.

    "Semakin besar kapal, semakin besar pula daya hisapnya. Jika kita berada di dekat kapal itu, maka kita bisa ikut terhisap bareng air mengikuti kapal tersebut," tuturnya.

    Melompatlah dengan percaya diri menjauhi badan kapal. Anda pun bisa membuat grup dengan bergerombol bersama korban lainnya, saling menguatkan, untuk selanjutnya bisa meningkatkan kepercayaan diri saat berada di tengah laut.

    "Kemudian, menunggu sampai kapal tersebut benar-benar tenggelam, agar kita bisa ambil puing-puing dari kapal untuk bisa membantu kita mengapung. Misalnya, batang kayu," imbaunya.

    Selain itu, jika tidak melihat adanya pulau, tidak perlu berusaha mendayung atau berenang mencari daratan. Apabila Anda berusaha berenang, berisiko mengurangi tenaga Anda. Sedangkan, Anda sendiri belum yakin apakah tempat yang hendak Anda kunjungi tersebut merupakan pulau yang aman bagi manusia.

    "Jadi, hematlah tenaga. Namun jika sudah terlihat pulau, boleh mencoba menuju ke arah pulau itu. Bisa juga mengikuti arus air karena biasanya arus akan menuju ke daratan terdekat. Ingat untuk mengikuti arahan awak kapal," pungkasnya.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id