Bahaya Jamur akibat Banjir

    Sunnaholomi Halakrispen - 04 Januari 2020 16:05 WIB
    Bahaya Jamur akibat Banjir
    Salah satu akibat dari banjir ialah menyisakan jamur, bahkan membuat mereka tumbuh dengan baik. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Salah satu akibat dari banjir ialah menyisakan jamur, bahkan membuat mereka tumbuh dengan baik. Bukan hal sederhana, jamur sangat berbahaya bagi manusia jika terus tak ditangani dengan tepat.

    Bahaya pertama, membawa masalah kesehatan. Seolah dampak emosional dan finansial dari kerusakan banjir tidak cukup buruk bagi masyarakat yang terdampak banjir.

    H. James Wedner, MD, profesor kedokteran dan kepala Divisi Alergi dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, mengatakan setelah air surut, rumah yang lembab merupakan lahan subur bagi pertumbuhan jamur, yang dapat menyebabkan reaksi alergi dan gejala asma pada orang yang sensitif.

    "Jamur suka air. Ketika bangunan Anda kebanjiran, sangat sulit untuk mengeringkannya dengan cepat sepenuhnya dan itu memungkinkan jamur tumbuh berkembang," ujar Wedner dilansir dari Sciencedaily.

    Ia memaparkan bahwa dinding yang terbuat dari sheetrock menyerap air jauh di atas garis banjir dan jamur dapat bersembunyi di bawah wallpaper. Bahkan di karpet, lantai, dalam ubin langit-langit, furnitur, serta pakaian.

    Spesialis alergi dan asma Universitas Washington di Rumah Sakit Barnes-Yahudi itu menjelaskan, ia telah melakukan penelitian yang menyelidiki jamur dan alergen lain yang ada di rumah-rumah setelah banjir tahun 1993 di Midwestern Amerika Serikat. Jamur dan segala makhluk sejenis jamur bereproduksi dengan melepaskan spora.

    Manusia yang menghirup spora menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Gejala alergi jamur, di antaranya gatal, mata berair, hidung gatal dan atau berair, sakit kepala di atas dan di bawah mata, telinga yang gatal dan perubahan pendengaran.

    Selain itu, tenggorokan dan langit-langit mulut terasa gatal, sulit bernapas, batuk, serta sesak napas. Spora jamur juga dapat memicu reaksi asma yang hebat pada penderita asma.
    Bahaya Jamur akibat Banjir
    (Ilustrasi/pexels)

    Jika dokter memastikan bahwa gejala kesehatan berasal dari reaksi terhadap jamur, perawatan medis yang efektif bisa berupa farmakoterapi, termasuk antihistamin atau steroid, diberikan secara intranasal atau oral. Jika perlu, imunoterapi atau sering disebut suntikan alergi, yang memungkinkan sistem kekebalan tubuh Anda membangun toleransi terhadap alergen.

    Tetapi Wedner menekankan bahwa sumber reaksi atau jamur itu sendiri, juga harus dihilangkan. Ia merekomendasikan beberapa langkah yang bisa dilakukan.

    Pertama, keringkan dengan cepat bagian rumah yang basah, karena jamur akan segera tumbuh dalam kondisi basah atau lembap. Buang semua barang yang tidak bisa dibersihkan secara menyeluruh. Sofa favorit bahkan harus Anda relakan.

    Sementara itu, selain reaksi alergi, jamur memiliki efek negatif lainnya. Organisme melepaskan zat, senyawa organik yang mudah menguap atau VOC, yang dapat dicium oleh orang-orang bahkan pada tingkat rendah. Bau apak tidak disukai dan dapat membuat seseorang bereaksi pada tingkat emosional.

    "Jika Anda merasa sakit ketika mencium bau jamur, pastikan yang membuat Anda sakit adalah jamur dan bukan emosi yang terkait dengan bau itu," tutur Wedner.

    Jamur juga dapat merusak bangunan secara struktural. Ini melepaskan enzim untuk memecah selulosa, komponen utama kayu. Jamur melepaskan racun alami atau mikotoksin. Penekanannya, setiap jenis jamur memiliki tempat pertumbuhan berbeda, yakni ada yang tumbuh di tempat banyak air, ada juga di tempat yang terdapat sedikit air atau lembap.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id