Manakah yang Lebih Banyak Mengandung Kafein, Kopi atau Teh?

    Raka Lestari - 23 Januari 2018 12:00 WIB
    Manakah yang Lebih Banyak Mengandung Kafein, Kopi atau Teh?
    Jumlah kafein akhir yang terkandung pada tubuh Anda dipengaruhi oleh faktor lain seperti: umur daun; suhu air; waktu pencelupan teh, dan bagaimana cara prosesnya. (Foto: Rawpixel.com/Unsplash.com)
    Jakarta: Ketika Anda membutuhkan asupan kafein untuk membuat Anda tetap terjaga biasanya Anda akan memilih kopi atau teh. Namun manakah yang lebih banyak memiliki kandungn kafein, apakah teh atau kopi? Mungkin banyak orang memilih kopi yang dianggap memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Apakah hal tersebut benar?

    Menurut Bluebird Tea Co. seperti dilansir dari Metro.co.uk, teh mengandung lebih sedikit kafein, namun jumlah kafein yang Anda konsumsi bergantung pada jenis teh yang Anda minum. 

    Secangkir teh standar mengandung setengah dari jumlah kafein yang dibandingkan pada kopi. Namun, mereka menekankan bahwa varietas teh yang berbeda memiliki jumlah kafein yang berbeda.

    Manakah yang Lebih Banyak Mengandung Kafein, Kopi atau Teh?
    (Jumlah kafein akhir yang terkandung pada tubuh Anda dipengaruhi oleh faktor lain seperti: umur daun; suhu air; waktu pencelupan teh, dan bagaimana cara prosesnya. Foto: 
    Danielle MacInnes/Unsplash.com)


    (Baca juga: Tips Atasi Konsumsi Kafein Berlebih)

    Sebagai contoh, teh putih atau white tea mengandung kafein paling sedikit sedangkan matcha atau bubuk teh hijau mengandung kafein yang paling banyak. Jumlah kafein akhir yang terkandung pada tubuh Anda dipengaruhi oleh faktor lain seperti: umur daun; suhu air; waktu pencelupan teh, dan bagaimana cara prosesnya.

    Disebutkan bahwa menyeduhnya dengan menggunakan air mendidih dapat menyebabkan kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan menyeduhnya dengan air dingin. Semakin sedikit waktu Anda menyeduh teh, semakin banyak pula kandungan kafein di dalamnya.

    "Saat Anda minum teh, kafein keluar pertama dari daun," kata ahli kimia Nikolai Kuhnert dari Universitas Jacobs Bremen, Jerman, kepada NPR. "Semakin lama Anda merendam teh, semakin sedikit kafein yang tersedia untuk tubuh Anda, jadi merendam daun teh dengan jangka waktu yang lebih pendek bisa lebih menyegarkan," katanya.










    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id