Apakah Boleh Olahraga Setiap Hari?

    Kumara Anggita - 22 September 2019 12:01 WIB
    Apakah Boleh Olahraga Setiap Hari?
    Dr. dr. Basuni Radi, Sp.JP (K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dalam acara AFCC mengatakan perlu pertimbangan jenis olahraga apa yang Anda pilih. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Banyak orang belum tahu berapa banyak olahraga yang perlu dilakukan dalam seminggu. Ternyata, Anda boleh melakukannya setiap hari tapi dengan pertimbangan jenis olahraga apa yang Anda pilih.

    Dr. dr. Basuni Radi, Sp.JP (K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah menerangkan bahwa tergantung jenis olahraganya, kalau yang jenisnya aerobik itu antara empat kali seminggu sampai tujuh kali seminggu. 

    "Boleh setiap hari tidak ada masalah. Jalan dan bersepeda juga," ungkapnya pada Medcom.id dalam acara ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 21 September 2019.

    Namun untuk olahraga dengan intensitas tinggi, Anda hanya boleh melakukannya tiga kali dalam seminggu.

    "Tapi kalau jenis olahraganya yang high intensity itu harus ada jeda. Hanya boleh tiga kali dalam seminggu. Demikian juga kalau olagraganya yang resistance, harus ada istirahat minimal 24 jam. Misalnya melatih otot ini hari ini, besoknya jangan. Ini karena otot perlu recovery minimal 24 jam," jelasnya.

    Apakah Boleh Olahraga Setiap Hari?
    (Terkhusus orang yang memiliki riwayat jantung, pastikan untuk mengecek ke dokter sebelum memulai jenis olahraga apa pun. Foto: Pexels.com)

    Bila Anda tetap ingin melakukan olahraga tersebut di hari berikutnya, setidaknya pilih latihan yang menggunakan otot yang lain.

    "Kalau mau setiap hari harus ubah bagian ototnya. Hari ini bagian atas besok bagian bawah," ujarnya.

    Dr. Basuni menganjurkan, Anda agar setidaknya melakukan olahraga aerobik, jalan, lari, berenang, bersepeda sebanyak empat kali seminggu agar mendapatkan manfaatnya langsung. Untuk durasi, setifaknya 150 menit dalam seminggu.

    Terkhusus orang yang memiliki riwayat jantung, pastikan untuk mengecek ke dokter sebelum memulai jenis olahraga apa pun. Anda bisa mencoba aerobik atau olahraga endurance yang melibatkan otot-otot besar, ritmik, teratur, terus menerus, dan terencana.

    "Kalau orang yang sudah ada kelainan jantung, keluhan jantung, pernah diobati sakit jantung harus diperiksa dulu. Diperiksanya obat-obatnya sudah optimal belum. Karena ada risiko dia gangguan. Diperiksa itu untuk dilihat kebugarannya. Kalau kebugarannya 100 misalnya itu diawali beban 50-60 persen saja. Jenis olahraganya aerobik dan endurance," ungkapnya.






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id