Jenis-jenis Meningitis dan Siapa yang Harus Mendapatkan Vaksinnya?

    Kumara Anggita - 09 April 2020 12:46 WIB
    Jenis-jenis Meningitis dan Siapa yang Harus Mendapatkan Vaksinnya?
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Diabetes, kanker, sakit jantung mungkin sudah familiar di telinga Anda. Namun pernahkah Anda mendengar tentang penyakit meningitis? Ini adalah penyakit yang juga cukup banyak diderita oleh orang-orang.

    Dilansir Webmd, meningitis adalah infeksi langka yang menyerang membran halus yang disebut meninges. Dia menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari anak-anak sampai orang dewasa. Penyakit ini disebabkan bakteri, virus, dan jamur.

    Meningitis bakteri

    Meningitis bakteri dapat mengancam jiwa dan menyebar di antara orang-orang yang kontak dekat satu sama lain.

    Meningitis virus

    Sementara, meningitis virus cenderung tidak terlalu parah. Sehingga kebanyakan orang bisa sembuh sepenuhnya tanpa pengobatan.

    Meningitis jamur

    Meningitis jamur adalah bentuk penyakit yang langka. Kasus ini biasanya terjadi hanya pada orang yang sistem kekebalannya lemah. Sehingga pertahanan tubuh terhadap kuman jadi melemah.

    Untungnya ada vaksin yang bisa menolong penyakit ini, yang disebut dengan vaksin meningokokus. Terdapat dua jenis vaksin meningokokus antara lain: Vaksin polisakarida, Vaksin konjugasi, dan Vaksin berbasis protein

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi meningokokus untuk semua praremaja dan remaja. Dalam situasi tertentu, CDC juga merekomendasikan anak-anak lain dan orang dewasa mendapatkan vaksin meningokokus.

    Praremaja dan remaja

    Semua anak berusia 11 hingga 12 tahun harus mendapatkan vaksin MenACWY, dengan dosis tambahan ketika berusia 16 tahun. Remaja juga dapat memperoleh vaksin MenB. Vaksin ini lebih bagus diberikan pada usia 16 hingga 18 tahun.

    Ketika semua remaja dapat memilih untuk mendapatkan vaksin MenB, beberapa remaja lainnya diwajibkan untuk menerima vaksin ini bila:

    -Memiliki jenis kelainan imun langka yang disebut defisiensi komponen komplemen.

    -Sedang menjalankan pengobatan yang disebut inhibitor komplemen (misalnya, Soliris® atau Ultomiris®).

    -Memiliki limpa yang rusak atau limpa mereka telah diambil.

    -Merupakan bagian dari populasi yang diidentifikasi berisiko lebih tinggi karena wabah penyakit meningokokus serogrup B.

    Bayi dan Anak-anak

    CDC merekomendasikan vaksin MenACWY untuk anak-anak yang berusia antara 2 bulan dan 10 tahun jika mereka:

    -Memiliki jenis kelainan imun langka yang disebut defisiensi komponen komplemen.

    -Menjalankan pengobatan yang disebut inhibitor komplemen (misalnya, Soliris atau Ultomiris).

    -Memiliki limpa yang rusak atau limpanya sudah diambil.

    -Menderita HIV.

    -Bepergian ke atau tinggal di negara-negara di mana penyakit ini umum.

    -Merupakan bagian dari populasi yang diidentifikasi berisiko lebih tinggi karena wabah penyakit meningokokus serogroup A, C, W, atau Y.

    CDC merekomendasikan vaksin MenB untuk anak-anak 10 tahun atau di atasnya jika mereka:

    -Memiliki jenis kelainan imun langka yang disebut defisiensi komponen komplemen.

    -Melakukan pengobatan yang disebut inhibitor komplemen (misalnya, Soliris atau Ultomiris).

    -Memiliki limpa yang rusak atau limpa mereka telah diambil.

    -Merupakan bagian dari populasi yang diidentifikasi berisiko lebih tinggi karena wabah penyakit meningokokus serogrup B.

    Orang dewasa

    CDC merekomendasikan vaksin MenACWY untuk orang dewasa jika mereka:

    -Memiliki jenis kelainan imun langka yang disebut defisiensi komponen komplemen.

    -Melakukan pengobatan yang disebut inhibitor komplemen (misalnya, Soliris atau Ultomiris).

    -Memiliki limpa yang rusak atau limpa mereka telah diambil.

    -Menderita HIV.

    -Adalah seorang ahli mikrobiologi yang secara rutin terpapar Neisseria meningitidis.

    -Bepergian ke atau tinggal di negara-negara di mana penyakit ini umum.

    -Merupakan bagian dari populasi yang diidentifikasi berisiko lebih tinggi karena wabah penyakit meningokokus serogroup A, C, W, atau Y.

    -Tidak begitu paham dengan vaksin ini dan merupakan mahasiswa tahun pertama yang tinggal di asrama.

    -Seorang anggota militer

    Sementara, CDC merekomendasikan vaksin MenB untuk orang dewasa jika mereka:

    -Memiliki jenis kelainan imun langka yang disebut defisiensi komponen komplemen.

    -Melakukan pengobatan disebut inhibitor komplemen (misalnya, Soliris atau Ultomiris).

    -Memiliki limpa yang rusak atau sudah diambil.

    -Adalah seorang ahli mikrobiologi yang secara rutin terpapar Neisseria meningitidis.

    -Merupakan bagian dari populasi yang diidentifikasi berisiko lebih tinggi karena wabah penyakit meningokokus serogrup B.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id