Waspada Flu Babi, Kemenkes Soroti Pasar Kuliner Tomohon

    Sunnaholomi Halakrispen - 10 Juli 2020 10:05 WIB
    Waspada Flu Babi, Kemenkes Soroti Pasar Kuliner Tomohon
    Suasana gerbang Pasar Kuliner Tomohon yang menjadi pusat penjualan hewan-hewan liar. (Foto: MI/Panca Syurkani)
    Jakarta: Peneliti di Tiongkok menemukan virus G4 yang bisa ditularkan ke manusia melalui babi. Meskipun hingga kini tidak ada kasus di Indonesia, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dari apa yang dimakan.

    Di Indonesia sendiri, babi merupakan salah satu hewan yang dipelihara maupun diternak oleh sejumlah masyarakat di beberapa wilayah. Babi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk dikonsumsi.

    Salah satunya, pasar di Tomohon, Sulawesi Utara. Tidak sedikit yang menjual hewan liar, demikian juga dengan babi. Menurut Kementerian Kesehatan RI, hal tersebut tidak perlu dijadikan alasan untuk panik berlebihan.

    Di sisi lain, jika virus G4 dikaitkan dengan keberadaan pasar-pasar di Tomohon, mesti memerhatikan banyak aspek yang juga harus dipertimbangkan. Bukan hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga dari sisi aspek ekonomi bagi masyarakat setempat.

    "Tidak semudah itu menutup pasar dan belum tentu dengan menutup pasar kemudian permasalahan selesai," ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam webinar Kewaspadaan Menghadapi Flu Babi.

    Ia menjelaskan, suplai makanan pasar Tomohon bukan hanya berasal dari Tomohon saja. Akan tetapi, hampir dari seluruh daerah yang ada di Pulau Sulawesi. Misalnya, kelelawar yang banyak dijual di sana, diambil dari berbagai provinsi maupun daerah-daerah lain yang ada di Pulai Sulawesi itu sendiri.

    "Tentunya ini adalah kewenangan daripada teman-teman, pertama KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan tentunya kita tetap lakukan surveilans dari segi kesehatan manusianya," paparnya.

    "Artinya kita memantau dari surveilans atau melalui surveilans yang ada di puskesmas untuk menangkap, kalau ada kejadian luar biasa atau penyakit-penyakit aneh yang muncul sebagai akibat dari mengonsumsi satwa liar ataupun satwa yang tidak dimasak secara benar," tambahnya.

    Terkait seberapa cepat virus flu burung G4 masuk ke Indonesia, dinilai kalau penyakit-penyakit influenza bisa menginfeksi secara cepat. Tapi yang harus diperhatikan bahwa h1n1 itu sebenarnya penyakit yang jauh kefatalannya atau tingkat kematiannya dibanding covid-19.

    "Tapi tentunya yang kita tidak ingin harapkan, ketika sudah ada covid-19 harus lagi ditambah flu babi ditambah lagi dengan DBD. Maka ayo, dari awal mari kita cegah, karena ini penyakitnya masih bisa kita cegah," jelasnya.

    Pencegahan bisa dilakukan dengan rutin menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Beberapa di antara, rajin mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker karena virus G4 menyerang pernapasan, serta memasak daging hingga matang dengan cara yang tepat.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id