Efek Melakukan Isolasi Mandiri bagi Kesehatan Mental

    Raka Lestari - 19 Maret 2020 11:36 WIB
    Efek Melakukan Isolasi Mandiri bagi Kesehatan Mental
    Dampak mental dari isolasi untuk mencegah penyebaran covid-19 akan menjadi sangat individual. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Melakukan social distancing atau isolasi mandiri di rumah merupakan salah satu hal yang disarankan oleh pemerintah. Melakukan isolasi mandiri di rumah penting untuk mencegah penyebaran covid-19 yang akan meningkatkan risiko seseorang terkena jika berada di tempat-tempat publik dan transportasi publik.

    Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu sendirian dapat mengubah perilaku dan respons emosional kita dan bahkan mengubah struktur fisik otak kita. Menurut Dr Joshua Klapow Ph.D., seorang psikolog klinis, dampak mental dari isolasi untuk mencegah penyebaran covid-19 akan menjadi sangat individual.

    "Bagi kebanyakan orang, isolasi diri akan menciptakan sejumlah besar ketidakpastian," katanya. "Ketidakpastian itu dapat menyebabkan perasaan cemas dan panik, kebosanan, ketakutan, dan kesepian."

    “Sebagai manusia, kita semua selalu membutuhkan koneksi dan interaksi sosial dan melakukan isolasi dalam periode waktu yang lama memang memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental,” ujar Dr Heather Stevenson Phys.D., seorang psikolog klinis, kepada Bustle. 

    Untuk lebih jelasnya, melakukan social distancing merupakan langkah yang sangat penting untuk "meratakan kurva," atau mengurangi tingkat penyebaran virus korona untuk mengurangi dampak pada sistem layanan kesehatan kita.

    “Menghindari pertemuan besar untuk sementara waktu berarti Anda akan memperlambat penyebaran infeksi dan bisa punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri melawan infeksi,” jelas Dr Arefa Cassoobhoy, MD, MPH, Direktur Medis Senior WebMD.

    Secara emosional, setiap individu mungkin memiliki respons yang berbeda terhadap interaksi sosial yang berkurang dari biasanya, menurut Dr Klapow.

    Meskipun orang-orang yang terancam mungkin akan merasa aman dalam melakukan isolasi, tetapi orang yang merasa tidak perlu melakukan isolasi mungkin akan merasa kesepian dan tertekan jika harus melakukan karantina.

    Penelitian menunjukkan bahwa isolasi diri juga dapat meningkatkan risiko gejala depresi dan kecemasan. Menurut neuropsikolog Dr Sanam Hafeez Ph.D, setelah periode isolasi yang panjang seseorang mungkin merasakan peningkatan kesepian, panik, paranoia, kebosanan, frustrasi, atau ketakutan.

    Carilah kegiatan yang Anda sukai atau hobi yang belum sempat tersalurkan selama Anda berada di rumah. Menyanyi sendiri di kamar dengan Apps khusus menyanyi, mengedit foto, membaca buku, menonton serial yang mungkin selama ini Anda tidak ikuti, melukis, atau menonton televisi sambil ditemani kopi dan camilan kesukaan Anda. Banyak yang bisa Anda lakukan.

    Namun, jika Anda merasa cemas atau mengalami gejala kesehatan mental yang mengkhawatirkan Anda, hubungi terapis atau layanan dukungan online.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id