Hubungan Protein Kedelai dengan Kolesterol

    Sunnaholomi Halakrispen - 18 Februari 2020 12:37 WIB
    Hubungan Protein Kedelai dengan Kolesterol
    Makan makanan kedelai dapat membantu menurunkan kolesterol buruk LDL sekitar 3 persen. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Menambahkan tahu ke tumisan, susu kedelai ke mangkuk oatmeal pagi hari Anda, atau edamame sebagai camilan, bisa menjadi langkah yang baik jika Anda berupaya meningkatkan kadar kolesterol Anda. Lalu, apa hubungan antara kolesterol dengan protein dalam kedelai?

    Dilansir dari WebMD, ahli jantung dari Portland, OR, James Beckerman menyatakan, beberapa studi menunjukkan bahwa protein kedelai dapat membantu. Tetapi buktinya tidak kuat, jadi Anda mungkin ingin membuat perubahan lain pada diet Anda untuk membantu kolesterol.

    Makan makanan kedelai dapat membantu menurunkan kolesterol buruk LDL sekitar 3 persen. Jumlah itu sangat sedikit, tetapi ketika Anda mencoba mengambil keuntungan dari semua yang dapat Anda lakukan untuk kolesterol Anda, ada baiknya dipertimbangkan.

    Kedelai juga merupakan sumber protein, serat, dan omega-3, yang sehat untuk jantung. Meskipun, tidak sama dengan yang Anda dapatkan dari ikan salmon atau tuna. Kedelai secara alami bebas kolesterol dan rendah lemak jenuh.

    Cara terbaik untuk mendapat manfaat yakni dengan menukar produk kedelai dengan makanan yang biasanya Anda makan yang tinggi lemak hewani. Begini caranya:

    Alih-alih ayam, cobalah pengganti kedelai seperti tahu. Cobalah protein kedelai untuk pengganti daging sapi. Masak cabai dengan kacang kedelai sebagai pengganti daging sapi pedas.

    Kemudian, alih-alih meminum susu sapi, bereksperimenlah dengan susu kedelai. Periksa label untuk memastikannya diperkaya dengan kalsium dan vitamin D, dan tidak terlalu tinggi gula.

    Mentega kacang kedelai juga bisa menjadi solusi agar tidak memilih mentega biasa. Begitu juga keju kedelai untuk menghindari keju tinggi lemak.

    Ada satu pengecualian, yakni suplemen kedelai. Tidak ada manfaat yang terbukti untuk menambahkan suplemen isoflavon kedelai ke dalam pola makanan Anda. Kuncinya, tetaplah dengan makanan kedelai utuh sebagai gantinya.

    Hal lain yang perlu diingat, yaitu kecap dan minyak kedelai tidak mengandung protein kedelai, meskipun kedelai adalah bagian dari nama mereka. Maka, bacalah labelnya, pastikan produk kedelai yang Anda beli juga rendah lemak jenuh, kolesterol, garam, dan tambahan gula.

    Kemudian, jika Anda baru mengenal kedelai, tambahkan ke dalam menu diet sehat Anda sedikit demi sedikit. Cobalah mengganti protein kedelai untuk makanan protein hewani beberapa kali seminggu. Itu cara terbaik untuk memotong lemak jenuh dan menurunkan risiko penyakit secara keseluruhan.

    Sementara itu, beberapa orang memiliki kekhawatiran bahwa terlalu banyak kedelai dapat memiliki efek nehatif pada hormon, terutama pada pri. Ada beberapa kontroversi mengenai hal ini. Maka solusinya, bicaralah dengan dokter Anda atau ahli gizi tentang berapa banyak kedelai yang harus Anda masukkan dalam makanan Anda.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id