Menangani Keracunan Makanan Dilihat dari Penyebabnya

    Sunnaholomi Halakrispen - 16 Agustus 2019 11:28 WIB
    Menangani Keracunan Makanan Dilihat dari Penyebabnya
    Selama masih merasa mual, jangan diberikan makanan yang digoreng atau makanan berminyak. (Foto: Pexels)
    Sebagian besar kasus keracunan makanan dapat sembuh sendiri dan tak perlu pengobatan khusus. Tapi tidak mudah dipastikan apakah yang sedang dialami akan sembuh dengan sendirinya dan cepat.

    Jakarta: Mual-mual parah hingga muntah dan sakit kepala, bisa menjadi tanda keracunan makanan. Jika tidak ditangani, berisiko tidak sembuh selama berhari-hari.

    Ketika tanpa sadar mengonsumsi makanan atau minuman basi atau kedaluwarsa, bisa menjadi pemicu keracunan makanan.

    Mengatasi masalah keracunan makanan

    "Cara mengatasi keracunan makanan akan disesuaikan oleh penyebabnya, karena beda kuman, beda pula cara pengobatannya," ujar Dokter Umum Rumah Sakit Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Yun Istatik, kepada Medcom.id di Jakarta.

    Sebagian besar kasus keracunan makanan dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, tidak mudah dipastikan apakah yang sedang dialami akan sembuh dengan sendirinya dan cepat.

    Misalnya, dalam waktu 6-48 jam setelah mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan keracunan, mungkin Anda akan merasa mual dan muntah beberapa kali. Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk menanganinya.

    "Hindari mengonsumsi makanan padat sampai muntah berakhir. Disarankan makan makanan ringan, hambar, seperti biskuit asin, pisang, nasi, atau roti," tuturnya.

    Menangani Keracunan Makanan Dilihat dari Penyebabnya
    Dokter Umum Rumah Sakit Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Yun Istatik (Foto: Dok RSPI)

    Kemudian, hirup cairan yang dapat membantu menghindari muntah, misalnya seperti minyak kayu putih. Lalu, jangan minum obat anti mual tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi ke dokter.

    "Saat penderita muntah, usahakan muntah dengan posisi badan bungkuk menunduk. Cara ini agar makanan tidak turun lagi ke dalam tenggorokan," paparnya.

    Selama masih merasa mual, jangan diberikan makanan yang digoreng atau makanan berminyak. Selain itu makanan yang terasa pedas atau manis. Hindari hingga gejala membaik.

    Sementara itu, Anda harus segera diberi pertolongan pertama apabila mengalami gejala dehidrasi akibat keracunan makanan. Sebab, dehidrasi bisa menyebabkan pingsan dan kerusakan organ tubuh yang mengarah pada kematian.

    "Pertolongan pertama untuk mencegah dehidrasi karena keracunan makan ialah dengan minum banyak cairan seperti air mineral. Bisa dimulai dengan tegukan kecil dan secara bertahap minum lebih banyak," imbuh dr. Yun.

    Apabila muntah dan diare bertahan lebih dari 24 jam, minumlah larutan rehidrasi atau oralit yang bisa dibeli di apotek. Jika darurat, segera buat larutan oralit dengan air 1 liter dicampur 6 sendok makan gula dan 1 sendok teh garam. Segera minum air larutan tersebut perlahan.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id