Tips Memilih Obat Kumur yang Tepat

    Raka Lestari - 04 Juli 2020 16:03 WIB
    Tips Memilih Obat Kumur yang Tepat
    Obat kumur merupakan salah satu bagian yang penting dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Obat kumur merupakan salah satu bagian yang penting dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi memang bisa menghindari penumpukan plak di mulut, tetapi dengan menambahkan tahapan berkumur (rinsing) bisa membantu melawan dan melenyapkan sisa-sisa bakteri yang bersarang di mulut, terutama gigi dan gusi.

    “Dalam menentukan dan memilih obat kumur, kita harus memerhatikan beberapa hal seperti obat kumur tersebut tidak menimbulkan noda pada gigi, tidak merusak indra perasa, aman digunakan dalam jangka panjang, praktis, tuntas membunuh kuman di dalam plak, dan dapat menjaga kesehatan rongga mulut,” ujar drg. Theresia Dessy, seorang pakar kesehatan gigi, dalam acara edukasi virtual bersama LISTERINE, Kamis, 2 Juli 2020.

    Pada kenyataannya, sikat gigi saja tidak dapat mnejangkau dan membersihkan seluruh bagian rongga mulut. Menurut drg. Theresia, sikat gigi hanya mampu membersihkan sekitar 30 – 53 persen plak pada gigi sehingga kuman yang ada di dalam mulut tetap tidak tersentuh semuanya. 

    “Pilihlah obat kumur (mouthwash) yang mengandung empat minyak esensial (essential oil) pada rangkaian perawatan mulut secara menyeluruh yang dapat membantu mengurangi 99,9 persen kuman penyebab bau mulut, mengurangi plak dan masalah gusi karena kuman,” ujar drg. Theresia. 

    Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena jika masalah yang ada di dalam gigi dan mulut dibiarkan dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit serius lainnya. Salah satunya adalah berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskuler. 

    “Orang dengan kesehatan gigi dan mulut yang buruk memiliki dua sampai tiga kali risiko terkena penyakit kardiovaskuler atau serangan jantung yang disebabkan karena peradangan pada gusi dan bakteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah,” ujar drg. Theresia. 

    Selain itu, menurut drg. Theresia kontrol gula darah yang buruk bagi penderita diabetes juga dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit gigi dan mulutyang disebut periodontitis. “Gigi berlubang yang menjadi tempat bermukimnya bakteri bisa menyebar langsung ke organ tubuh lainnya, termasuk paru-paru dan memicu Pneumonia. Dan pada ibu hamil, gigi berlubang dapat menyebabkan kelahiran prematur yang diakibatkan oleh infeksi,” tutup drg. Theresia. 



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id