Penyebab Gagal Ginjal dan Pencegahannya

    Sunnaholomi Halakrispen - 09 April 2020 13:19 WIB
    Penyebab Gagal Ginjal dan Pencegahannya
    Ilustrasi-Spine Univers
    Jakarta: Berdasarkan Riskesdas (riset kesehatan dasar) 2018, empat dari 1000 penduduk di Indonesia menderita gagal ginjal. Penyakit ini berisiko kematian, yang dapat disebabkan oleh Penyakit Ginjal Kronik (PGK).

    Ginjal sendiri merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa produk dari tubuh. Selain itu, juga untuk menyeimbangkan cairan tubuh.

    "Memproduksi sel darah merah, mengatur tekanan darah, menyaring 120-150 liter darah per hari. Kemudian, mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi," ujar anggota Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.

    Sementara penyakit ginjal adalah kelainan yang mengenai organ ginjal yang timbul akibat berbagai faktor. Misalnya, infeksi, tumor, kelainan bawaan, penyakit metabolik atau degeneratif, dan lain-lain.

    PGK biasanya timbul secara perlahan dan sifatnya menahun. Siapapun bisa terkena PGK. Namun, ada sejumlah faktor yang menjadi risiko orang terserang penyakit ginjal kronik.

    Faktor Risiko

    "Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian gagal ginjal kronis. Di antaranya adalah obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes melitus," tutur dr. Pringgo.

    Kemudian, adanya riwayat keluarga penyakit ginjal, kelahiran prematur, dan trauma di daerah abdomen. Begitu juga ketika terdapat jenis penyakit tertentu.

    Di antaranya, lupus, AIDS, hepatitis C, sindrom metabolik, infeksi sistemik, obesitas, dan penurunan massa ginjal. Risiko juga bisa terjadi pada orang dengan usia lanjut, yakni 65 tahun.

    Perlu diperhatikan juga orang dengan kondisi autoimun sistemik, penggunaan obat nefrotoksik. Selain itu, pasien penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung.

    Sementara itu, berdasarkan hasil Riskesdas (riset kesehatan dasar) tahun 2018, proporsi penduduk usia lebih dari 18 tahun yang obesitas mencapai 21,8 persen. Angka tertinggi ialah di Provinsi Sulawesi Utara (30,2 persen) dan terendah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (10,3 persen).

    "Pada orang dengan obesitas, organ ginjal harus bekerja lebih berat, menyaring darah lebih banyak daripada normal untuk memenuhi tuntutan metabolik yang meningkat sesuai berat badannya," paparnya.

    Pencegahan

    Pencegahan gagal ginjal sendiri hampir sama dengan jaga kesehatan pada umumnya, salah satunya dengan tidak merokok. Sebab, merokok meningkatkan risiko kanker ginjal sebesar 50 persen. Ketika merokok, aliran darah ke ginjal menurun dan berisiko terjadinya penurunan fungsi ginjal.

    Maka demikian, diimbau untuk menjaga kebugaran dan tetap aktif bergerak. Aktivitas ini, kata dr. Pringgo, bisa menurunkan risiko hipertensi, kemudian risiko PGK juga menurun.

    Selanjutnya, menjaga agar terhidrasi dengan tepat. Caranya, minumlah air mineral dengan jumlah yang tidak kurang dan tidak lebih. Konsumsi minum 1,5 sampai 2 liter per hari, menyesuaikan usia, jenis kelamin, aktivitas sehari-hari, cuaca, dan kondisi kesehatan.

    "Minum yang cukup, bukan minum yang banyak. Konsumsi minum cukup dapat membantu ginjal memfilterasi zat-zat beracun, urea, dan natrium. Juga menurunkan risiko PGK," jelasnya.

    Kemudian, konsumsi makanan bergizi. Kurangi konsumsi garam, karena normalnya hanya konsumsi 5-6 gram per hari atau kurang lebih satu sendok teh. Hindari makanan yang sudah diproses pabrik, karena banyak mengandung garam.

    Selain itu, periksa tekanan darah (TD) secara rutin. TD normal berada di angka 120/80 mmHg, sementara kondisi prehipertensi, tekanan darah sebesar 121-139/81-89 mmHg.

    "Lakukan modifikasi gaya hidup. Pada hipertensi, tekanan darah lebih dari 140/80 mmHg, maka melakukan pemeriksaan TD rutin, modifikasi gaya hidup, tatalaksana medikamentosa," pungkas dr. Pringgo.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id