Berhenti Merokok Bisa Hindari Kanker Paru?

    Raka Lestari - 24 Februari 2020 10:00 WIB
    Berhenti Merokok Bisa Hindari Kanker Paru?
    Simak penjelasan kaitan rokok dengan kanker paru dari Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Salah satu faktor risiko untuk terkena kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Untuk menghindari faktor risiko tersebut, berhenti merokok bisa menjadi cara yang tepat untuk mencegah terjadinya kanker paru di kemudian hari. Akan tetapi, apakah dengan berhenti merokok sudah dapat dipastikan tidak akan terkena kanker paru?

    Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menjelaskan, “Kalau berdasarkan literatur, para perokok aktif tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 tahun setelah berhenti merokok untuk memiliki risiko yang sama seperti mereka yang tidak merokok,” ujarnya dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru Indonesia, di kawasan Jakarta Pusat.

    Namun bukan berarti seseorang yang tidak merokok maka tidak memiliki risiko untuk terkena kanker paru. “Tentu tidak, seperti saya contohnya. Saya memang tidak merokok tetapi saya tetap memiliki risiko terkena kanker paru, meskipun memang lebih sedikit dibandingkan mereka yang merokok,” jelas Dr. Agus.

    Berhenti Merokok Bisa Hindari Kanker Paru?
    (Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

    “Secara teori menurut jurnal-jurnal yang terbaru saat ini, seseorang yang berhenti merokok akan memiliki sel-sel normal yang lebih banyak. Ketika mereka berhenti merokok, sel-sel yang tadinya terinduksi jadi kanker akan berkurang dan sel-sel normal akan bertambah banyak,” jelasnya.

    Namun memang butuh waktu sekian puluh tahun hingga akhirnya sel-sel yang terinduksi jadi kanker tersebut menjadi sel yang normal kembali. 

    “Jadi kalau ada yang bilang sudah berhenti merokok tetapi masih kena kanker paru itu bisa saja. Hal ini karena risikonya dia sama seperti orang normal. Kanker paru itu selain kebiasaan merokok juga ada faktor risiko lainnya,” tambah Dr. Agus.

    Menurut Dr. Agus, semua orang memiliki risiko untuk terkena kanker paru akan tetapi seseorang yang merokok memiliki risiko delapan kali lipat lebih tinggi untuk terkena kanker paru. “Dengan berhenti merokok bisa memperkecil kemungkinan atau faktor risiko kanker paru tersebut,” pungkasnya. 





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id