Cara Tepat Menghadapi Wabah Covid-19

    Raka Lestari - 17 Maret 2020 06:00 WIB
    Cara Tepat Menghadapi Wabah Covid-19
    Panic Buying terkadang hadir ketika situasi mengancam diri seseorang. (Foto: Ilustrasi Pexels)
    Jakarta: Penyebaran wabah covid-19 yang sudah sampai ke Indonesia ini tentunya membuat banyak orang merasa cemas. Salah satu yang terlihat adalah dengan adanya fenomena panic buying di mana masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan bahan pokok sebanyak mungkin.

    “Cemas itu merupakan kekhawatiran yang muncul karena aktivitas amigdala otak (otak emosi) membajak fungsi otak depan (logika kritis),” jelas Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

    Efnie menambahkan bahwa bagian amigdala otak akan aktif apabila seseorang mendengar sebuah informasi tidak lengkap atau mungkin informasinya keliru. Aktivitas otak seperti ini terjadi secara otomatis.

    “Oleh karena itu, untuk membuat kita menjadi tenang, kita disarankan untuk mencari informasi selengkap mungkin dari sumber yang valid. Hindari mendengar dan membaca info yang keliru. Jika informasi valid sudah diperoleh dengan lengkap maka fungsi otak depan (berpikir logis dan kritis) akan menjadi akti. Upayakan mempunyai teman sebagai bentuk mental support pada diri sendiri,” saran Efnie.

    Rasa cemas yang dialami ini, terkadang juga membuat seseorang menjadi tidak bisa berpikir jernih. Salah satunya adalah kasus mengenai pasien positif covid-19 yang dikabarkan kabur dari rumah sakit beberapa waktu lalu.

    “Nekat membuat keputusan tanpa ada pertimbangan risiko itu merupakan efek dari aktivitas amigdala otak itu tadi. Dan itu terjadi sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik amigdala otak akan langsung membuat keputusan," terang Efnie.

    Untuk mencegah hal tersebut terjadi, bagi anggota keluarga yang memiliki pasien terinfeksi covid-19 ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikan mental support untuk pasien. Cari informasi penyembuhan dari sumber yang valid. Seluruh anggota keluarga harus semakin kompak dan berdoa bersama untuk saling menguatkan

    “Ingat jangan berikan stigma negatif pada pasien karena tidak ada orang yang mau terinfeksi,” tutup Efnie.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id