Mengenal Pigmentasi dan Melasma

    Sunnaholomi Halakrispen - 10 September 2019 17:10 WIB
    Mengenal Pigmentasi dan Melasma
    Ilustrasi--Pexels.com
    Jakarta: Pigmentasi merupakan salah satu masalah kulit dengan munculnya bercak gelap di sekitar kulit. Warna kulit pun menjadi tidak merasa secara keseluruhan.

    Maka demikian, masalah ini masih menjadi hal yang tidak menyenangkan baik bagi pria maupun wanita.

    Bahkan, kepercayaan diri seseorang bisa menurun ketika warna kulitnya tidak merata. Pigmentasi sendiri dipengaruhi oleh jumlah zat pigmen tubuh yang disebut dengan melanin.

    Apabila melanin dalam tubuh terlalu banyak, maka warna tubuh akan menjadi semakin gelap. Demikian juga jika sebaliknya. Tubuh yang memproduksi sedikit melanin, warna kulitnya akan menjadi lebih pucat.

    Ada banyak penyebab untuk kadar seberapa banyak pigmen dalam tubuh manusia. Di antaranya, faktor ras atay genetik, paparan sinar ultra violet (UV), bahkan sering dikaitkan dengan hormon.

    Sementara itu, kelainan pigmentasi dapat terjadi dari lahir, baik terlahir dengan pigmentasi yang lebih gelap atau disebut dengan hiperpigmentasi, maupun pigmentasi yang terang atau hipopigmentasi. Salah satu kasus hiperpigmentasi yang sering terjadi ialah melasma.

    "Berupa bercak coklat keabuan  simetris pada area wajah. Kebanyakan orang memiliki masalah tersebut pada area pipi, dahi, hidung, dahi, dan diatas bibir," ujar dr. Sammy Yahya, Sp.KK, selaku dokter di Skinda Medical Skin Care & Dermatology Center, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Ia memaparkan bahwa setiap ras manusia dapat terkena gangguan kulit ini. Namun, melasma lebih sering terjadi pada wanita dan pada individu dengan tipe kulit yang lebih gelap.

    "Melasma jarang terjadi pada usia pubertas, namun umum terjadi pada usia reproduksi berkisar antara usia 20-30 tahun,” tutur dr. Sammy.

    Melasma terjadi karena beberapa faktor, yakni faktor genetik, sinar ultra violet, kehamilan, terapi hormonal, obat-obatan, dan kosmetik. Bahkan, penyakit tiroid juga dikaitkan dengan masalah kulit melasma.
     
    Penanganan yang tepat untuk kondisi melasma salah satunya dengan terapi. Bisa dengan kombinasi obat topikal, oral, dan prosedur penggunaan obat oles yang tepat, serta menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan.

    "Selain itu, terapi dengan peeling kimiawi dan laser yang tepat juga diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Kombinasi perawatan di atas merupakan pilihan terbaik untuk hasil maksimal," paparnya.

    Ketika melakukan perawatan, kata drm Sammy, follow-up atau pengecekan yang rutin juga sangat diperlukan. Hal ini terutama untuk mengevaluasi perkembangan penyakitnya karena melasma sering kali rekurens.

    Sedangkan, untuk pencegahannya sendiri bisa dilakukan dengan menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan dan dibantu dengan sejumlah upaya dari perawatan kulit.

    Anda bisa menggunakan tabir surya secara rutin dengan SPF minimal 30 dan menggunakan topi atau penutup kepala lain. Kemudian, menggunakan skin care yang tidak menimbulkan iritasi kulit yang dapat membuat eksaserbasi dari melasma.

    Kepedulian terhadap kulit sangat disarankan. Perawatan kulit pun dapat dilakukan mulai dari cara yang sederkana bahkan sejak dini. Namun, perlu diperhatikan bahwa perawatan kulit harus disesuaikan dengan jenis kulit.

    "Perawatan kulit tidak hanya dilakukan bila terdapat masalah di kulit, namun sebaliknya dengan perawatan sehari-hari yang sesuai dan penggunaan tabir surya. Perawatan sebaiknya dilakukan secara teratur untuk memiliki kulit yang sehat," imbuh dia.

    Ketika sudah terjadi, penyakit kulit ini tidak mudah untuk ditangani sendiri. Salah satu klinik yang menyediakan perawatan penanganan pigmentasi dan melasma ialah Skinda Medical Skin Care & Dermatology Center.

    Pengidap melasma akan diberikan edukasi menyeluruh terkait penyakit melasma beserta pencegahannya. Juga terapi kombinasi serta perawatan jangka panjang untuk memantau penyakitnya.

    Perawatan dilakukan dengan ahlinya. Kemudian, dilakukan penanganan terhadap seluruh lapisan kulit sehingga berpengaruh untuk jangka panjang. Bahkan, ada perawatan yang setelahnya pasien bisa kembali beraktifitas normal.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id