Apa Saja Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening?

    Kumara Anggita - 11 Februari 2020 08:00 WIB
    Apa Saja Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening?
    Kanker getah bening adalah 1 dari 10 kanker terbanyak baik pada laki-laki maupun perempuan di Indonesia. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Kanker kelenjar getah bening adalah pertumbuhan yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh atau sel limfosit. Biasanya dikenal debgan istilah Limfoma Non-Hodgkin (LNH) dan Limfoma Hodgkin (LH).

    Mengacu pada Medco Group dan Yayasan Kanker Indonesia, kanker getah bening adalah 1 dari 10 kanker terbanyak baik pada laki-laki maupun perempuan di Indonesia. Bila kanker ini bisa dideteksi dini maka kemungkinan untuk sembuh semakin besar.

    “Kalau menemukan kanker lebih dini angka harapan hidup akan lebih besar dari pada tahap lanjut,” jelas Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP.

    Gejala utama kanker ini adalah pembesaran pada kelenjar getah bening. Lokasi bisa di mana saja. Sementara gejala lainnya adalah penurunan berat badan, demam, keringat malam, merasa lelah, sesak napas, sakit perut dan bengkak, nyeri dada.

    Untuk mendeteksi kanker ini, Anda bisa melakukan pemeriksaan ketika ada gejala di atas yang Anda alami. Perlu juga diingat bahwa benjolan bisa terjadi di mana saja atau tanpa ada benjolan karena kanker tidak berada di permukaan tubuh yang terlihat atau teraba.

    Apa Saja Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening?
    (Mengacu pada Medco Group dan Yayasan Kanker Indonesia, kanker getah bening adalah 1 dari 10 kanker terbanyak baik pada laki-laki maupun perempuan di Indonesia. Foto: Ilustrasi. Dok. Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Faktor risiko kanker kelenjar getah benjng

    - Makanan tinggi lemak hewani, merokok, dan paparan sinar UV

    - Penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthitis

    - Faktor umum. Risiko kanker ini semakin meningkat seiring bertambahnya usia, biasanya di atas 65 tahun

    - Memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Misalnya pda penderita HIV-AIDS atau pemberian obat yang menurunkan daya tahan tubuh pada pasien transplantasi organ

    - Infeksi virus diduga menyebabkan kerusakan genetik sel kekebalan tubuh. Virus-virus tersebut adalah Virus Epstein-Barr, sitomegalovirus, HIV, dan Human Herpes Virus-6 (HHV-6)

    Untuk mencegah penyakit ini, tentunya Anda harus memiliki pola hidup yang sehat. Anda bisa makan makanan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup dan olahraga teratur.

    Pola hidup sehat akan menjaga kondisi tubuh tetap prima. Jangan lupa pula untuk tidak merokok, dan melakukan seks bebas dan berganti-ganti pasangan untuk menghindari penularan HIV.

    Pengobatan kanker kelenjar getah bening kontrol penyakit jangka panjang atau perbaikan masa bebas penyakit dapat dicapai pada kanker stadiun awal dengan radiasi.

    Terapi yang tersedia antara lain radioterapi, kemoterapi saja atau dengan kombinasi radioterapi, dan antibodi monoklonal.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id