kisah

    Kisah Dua Bersaudara yang Telah Mendonorkan Darah Lebih dari 34.000 Liter

    Raka Lestari - 12 Mei 2020 15:20 WIB
    Kisah Dua Bersaudara yang Telah Mendonorkan Darah Lebih dari 34.000 Liter
    Zuccaro bersaudara telah menyumbangkan darahnya untuk membantu sesama dengan sumbagan donor darahnya. (Foto: Dok. Dok. Zuccaro bersaudara/Thehealthy)
    Jakarta: Mendonasikan darah merupakan salah satu cara termudah untuk bisa membantu hidup seseorang karena mendonorkan darah benar-benar bisa menyelamatkan nyawa seseorang. 

    Dua bersaudara Marie Elena Zuccaro dan Rosemary Zuccaro asal Amerika mendapatkan pelajaran tersebut dari ibunya, Sally yang meninggal pada Maret 2018 lalu di usia 107 yang juga merupakan salah satu pendonor darah aktif yang mereka kenal. Untuk itulah, Marie Elena dan Sr. Rosemary mengikuti jejak ibu mereka tersebut. 

    Sumbangan berbakti 

    Menurut American Red Cross, seseorang harus menunggu delapan minggu jika ingin mendonorkan darahnya kembali setelah mendonorkan darah. Marie dan Elena mengatakan bahwa mereka biasanya mendapat telepon setiap 60 hari untuk mengingatkan bahwa mereka sudah bisa mendonasikan darah kembali. 

    Pentingnya donor darah ditanamkan pada mereka sejak usia dini, ketika ibu mereka tidak hanya menyumbang tetapi juga secara sukarela melakukan donor darah sekolah dasar mereka di Shaker Heights, Ohio.

    Hingga pada akhir hayatnya, Sally tidak bisa lagi mendonorkan darah karena berat badan yang tidak mencukup, tetapi dia menghentikan dirinya untuk menyapa orang-orang yang ingin melakukan donor darah. “Ia akan datang dan mengobrol dengan para petugas dan semua orang menyukai kunjungan yang ia lakukan,” ujar Marie Elena. 

    Kisah Dua Bersaudara yang Telah Mendonorkan Darah Lebih dari 34.000 Liter
    (Secara kolektif, Marie Elena, Sr. Rosemary, dan ibu mereka telah memberikan lebih dari sembilan galon darah (75 unit) atau setara dengan lebih dari 34.000 liter, yang cukup untuk menyelamatkan 200 nyawa, menurut Pampee Young, MD, PhD di American Red Cross. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Kenangan awal 

    Sebelum Zuccaro bersaudara cukup umur untuk melakukan donor darah, Sr. Rosemary memulainya dengan memiliki proyek sekolah bersama American Red Cross. 

    “Seorang perwakilan dari Red Cross akan meminta siswa untuk mengisi beberapa kotak dengan barang-barang yang dibutuhkan anak-anak jika mereka kemungkinan terluka,” ujarnya. 

    “Kami diberikan dua kotak, ukurannya sebesar kotak sepatu, satu untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan. Kami diminta untuk mendonasikan sesuatu untuk anak-anak tersebut. Kami bisa membawa sikat gigi, pasta gigi, mobil-mobilan, atau apapun yang mungkin disukai anak-anak,” tuturnya. 

    “Jadi, jika Anda bertanya apa yang menginspirasi kami? Ya saya pikir fakta bahwa kami sangat sadar bahwa ada orang lain yang membutuhkan pada usia yang masih sangat muda,” ujar Sr. Rosemary. 

    “Saya pikir semua orang memiliki peran masing-masing dalam membantu dan sekarang ketika dewasa, kapanpun kami bisa menyumbang maka kami akan melakukannya.”

    Kisah Dua Bersaudara yang Telah Mendonorkan Darah Lebih dari 34.000 Liter
    (Dua bersaudara Marie Elena Zuccaro dan Rosemary Zuccaro asal Amerika mengikuti jejak ibu mereka untuk rutin mendonorkan darah mereka untuk membantu kemanusiaan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Menyelamatkan nyawa

    Secara kolektif, Marie Elena, Sr. Rosemary, dan ibu mereka telah memberikan lebih dari sembilan galon darah (75 unit) atau setara dengan lebih dari 34.000 liter, yang cukup untuk menyelamatkan 200 nyawa, menurut Pampee Young, MD, PhD, kepala petugas medis, Layanan Biomedis di American Red Cross. 

    “Setiap dua detik seseorang di AS membutuhkan darah,” kata Dr Young. “Palang Merah harus mengumpulkan lebih dari 2.600 donasi trombosit dan hampir 13.000 donor darah setiap hari untuk pasien di sekitar 2.500 rumah sakit dan pusat transfusi nasional."

    "Sumbangan yang menyelamatkan nyawa ini sangat penting untuk operasi, perawatan kanker, penyakit kronis, dan cedera traumatis,” tuturnya. 

    “Entah itu seorang pasien menerima darah utuh, sel darah merah, trombosit atau plasma, praktik menyelamatkan nyawa ini dimulai dari seseorang yang mau memberikan sumbangan darah kepada orang lainnya,” ujar Dr Young. 

    Tips melakukan donor 

    Jika Anda takut melihat jarum suntik atau melihat darah, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui. Akan tetapi, Zuccaro bersaudara memahami bahwa pertama kali melakukan donor darah mungkin bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan mereka meyakinkan bahwa para patugas donor darah akan ada di sana untuk menenangkan dan membuat Anda merasa nyaman selama proses pengambilan darah. 

    “Jika mereka tahu bahwa Anda baru pertama kali melakukan donor darah, mereka biasanya akan mendampingi pendonor jika merasa gugup,” kata Sr. Rosemary. 

    “Para petugas akan mengetahui apa yang mereka lakukan dan Anda tidak perlu melihat jarum suntik yang ditusuk ke lengan Anda. para petugas di sana biasanya akan sangat memahami perasaan Anda dan memang tidak selalu mudah bagi pendonor baru.” Jika mereka bisa, Anda juga bisa melakukan hal yang sama, yaitu menyumbangkan darah ke PMI.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id