Kenapa Anda Bisa Psikosomatis?

    Kumara Anggita - 26 Maret 2020 07:00 WIB
    Kenapa Anda Bisa Psikosomatis?
    Anda dapat mengalami penyakit besar dan ringan karena peningkatan stres, sebagian berkat efek kortisol. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Pernahkah Anda merasa stres dan memengaruhi tubuh Anda? Misalnya saat ujian tiba-tiba karena terasa tegang Anda bisa sakit perut. Situasi yang sama saat ini karena wabah covid-19 membuat Anda lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan bisa jadi membuat Anda stres. 

    Kata psikosomatis sendiri terdiri dari dua kata, yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jadi, secara harfiah psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh.

    Dilansir dari Very Well Mind, faktanya telah diperkirakan bahwa lebih dari 90 persen kunjungan dokter disebabkan oleh masalah kesehatan yang dipengaruhi setidaknya sebagian oleh stres, sehingga penyakit psikosomatis lebih umum daripada yang disadari orang.

    Kenapa sih bisa psikosomatis?

    Psikosomatis terjadi karena sistem saraf Anda gelisah. Ada respons adrenalin dan kortisol yang melawan atau lari terhadap stres. Ini memengaruhi tekanan darah, detak jantung, pencernaan, dan kadar glukosa Anda. Anda  juga dapat memiliki gejala perut dan usus.

    Gejala-gejala ini dapat membuat Anda menemui dokter dan tidak mendapatkan diagnosis yang spesifik. 

    Tanpa diagnosis, Anda mungkin hanya mendapatkan perawatan yang bertujuan menghilangkan gejala, atau bahkan tidak mendapatkan perawatan sama sekali.

    Tapi, daripada Anda merasa sakit padahal tidak, ada baiknya Anda melatih diri untuk bisa mengurangi psikosomatis ini dengan beberapa cara:

    1. Terapi

    Dilansir dari Better Help, Cognitive Behavior Therapy (CBT) biasanya merupakan pengobatan pilihan untuk gangguan psikosomatik. CBT membantu pasien memelajari cara-cara baru untuk mengatasi dan memecahkan masalah sambil mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi fisik dan mental mereka. 

    Dengan CBT, pasien belajar untuk menetapkan tujuan yang realistis dan untuk mengidentifikasi dan mengubah perilaku. Mengurangi gejala yang tidak dapat dijelaskan secara medis dan meningkatkan kualitas hidup. 

    2. Menghilangkan stres

    Anda dapat mengalami penyakit besar dan ringan karena peningkatan stres, sebagian berkat efek kortisol yang dikenal sebagai hormon stres. Bahkan risiko flu biasa juga bisa meningkat.

    Agar tetap sehat, belajarlah untuk mengatasi stres dengan baik dan menghilangkan stres berlebihan dari hidup Anda. Anda perlu menciptakan gaya hidup sehat yang mencakup lebih sedikit stres dan lebih banyak kesejahteraan. Pelajari apa yang paling baik untuk Anda menghilangkan stres. Ada lusinan taktik penghilang stres yang tersedia.

    Buat rencana permainan manajemen stres untuk memeriksa dan mengubah stres dalam hidup Anda. Atau bisa juga dengan mencoba meditasi. 





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id