Diet Keto dapat Menyebabkan Bau Mulut

    Torie Natalova - 19 September 2019 12:22 WIB
    Diet Keto dapat Menyebabkan Bau Mulut
    Ilustrasi--Pexels
    Jakarta: Diet ketogenik adalah diet yang mengurangi karbohidrat hingga 10 persen dan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Diet ini memaksa tubuh masuk pada tahap ketosis yaitu keadaan metabolisme di mana tubuh kekurangan karbohidrat sebagai sumber utama glukosa untuk produksi energi.

    Saat tubuh kehilangan karbohidrat tubuh, ia menggunakan glikogen yang disimpan dalam hati sebagai sumber pertama. Ketika itu dikonsumsi, tubuh mulai mengonsumsi asam lemak, mengubahnya menjadi keton. Pelepasan ini secara besar-besaran dapat berbahaya bagi tubuh.

    Diet keto akan menghilangkan semua sumber karbohidrat dalam makanan Anda, tidak mengonsumsi biji-bijian, tepung, makanan yang dipanggang dan juga buah, sayuran dan kacang-kacangan. Meski banyak yang berhasil menurunkan berat badan dengan diet
    ini, namun ada banyak risiko untuk jenis diet ini.

    1. Mengurangi asupan buah dan sayuran sehat
    Karena sebagian besar diet keto meminimalkan konsumsi buah dan sayuran, tubuh tidak mendapatkan banyak vitamin, mineral dan serat.

    2. Menginduksi pengurangan asupan serat
    Karena kurang serat, Anda bisa mengalami sembelit. Minum cairan yang memiliki efek pencahar dapat membantu mengurangi sembelit Anda.

    3. Menyebabkan bau mulut
    Bau mulut dapat terjadi karena tingginya produksi badan keton. Beberapa penelitian menunjukkan juga bahwa jenis diet ini dapat meningkatkan perasaan lelah karena kekurangan karbohidrat dalam makanan.

    4. Diet ini mengurangi level kognitif Anda
    Karena otak harus menggunakan tubuh keton untuk menggantikan glukosa, kinerja kognitifnya mungkin terpengaruh.

    5. Diet keto sulit diikuti
    Penelitian menunjukkan diet keto sulit diikuti sebagian orang. Ini karena pelaku diet tidak dapat makan makanan populer seperti sereal, roti, sayuran, buah, kacang-kacangan, sehingga sulit untuk menerapkan diet ini.

    6. Menyebabkan ketoasidosis
    Dalam kasus yang ekstrem, diet ini dapat menyebabkan ketoasidosis jika tubuh keton meningkat drastis dalam darah. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ tertentu, dan bahkan koma jika Anda menderita gagal ginjal atau hati. Adapun beberapa kelompok orang yang berisiko lebih rentan mengalami kerugian dari diet keto seperti orang dengan masalah hati atau jantung, ibu hamil dan menyusui, dan penderita gagal ginjal.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id