Bagaimana Bila Bayi Terkena Virus Korona?

    Kumara Anggita - 06 Februari 2020 16:24 WIB
    Bagaimana Bila Bayi Terkena Virus Korona?
    Ilustrasi bayi (Foto: Pexels)
    Jakarta: Korban virus korona semakin beragam, bila kebanyakan penderitanya adalah orang tua, sekarang bayi pun sudah terkena. Seorang bayi yang baru lahir 30 jam dengan berat badan  3,25 kg di Wuhan dinyatakan terjangkit virus korona pada 2 Februari lalu.

    Sebuah laporan oleh Journal of American Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa usia rata-rata pasien untuk wabah saat ini adalah antara 49 dan 56 tahun. Hanya sedikit anak yang terjangkit virus ini.

    Dilansir dari BBC, proses tertularnya bayi ini masih dalam dugaan. Penularan bisa terjadi saat bayi di dalam rahim. “Kejadian ini mengingatkan kita untuk memperhatikan hubungan ibu-ke-anak yang mungkin menjadi rute penularan virus corona," kata kepala dokter dari departemen kedokteran neonatal Rumah Sakit Anak Wuhan, Zeng Lingkong.

    Di sisi lain ada pula kemungkinan bahwa bayi  terinfeksi setelah lahir karena berkontak langsung dengan sang ibu. “Sangat mungkin bayi itu tertular dengan cara yang sangat konvensional seperti dengan menghirup virus yang berasal dari batuk sang ibu," ujar Stephen Morse, seorang ahli epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Mailman di Universitas Columbia.

    Hingga saat ini, belum ada penawar untuk virus korona. Berapa lama bayi ini harus di karantina juga harus dilihat dari kondisi personal.

    “Data mengenai korona masih sedikit diketahui, namun bila tudak diatasi bisa mengarah ke gagal ginjal bahkan kematian. Saran karantina dua minggu atau tidak bisa dilihat dari berat kasusnya,” tutur dr. Sarah Picadela, SpOG saat dihubungi Medcom, Kamis, 6 Februari 2019.

    Pemberian perawatan pun juga harus melihat kondisi sang bayi. Namun, kemungkinan secara garis besar bayi ini akan mendapatkan penanganan serupa seperti yang diterima para penderita virus korona lainnya.

    “Penanganan bayi dan orang tua sama saja. Harus dibawa ke rumah sakit, begitu masuk disuntik kekebelan tubuh agar, tubuhnya memilik kapasitas untuk melawan," ucapnya.

    Menurutnya, sampai sekarang vaksin belum ditemukan obat yang konkret juga belum ditemukan. Jadi mungkin perawatannya semacam simptomatik. "Kalau virus ya dikasih antivirus. Panas diberikan penurun panas dan kalau batuk dikaksih obat batuk. Kasih vitamin dan mineral sulaya bada bisa melawan sakitnya,” lanjutnya.

    Tetaplah waspada dan terinformasi. Hindari penularan dengan terus menjaga kebugaran agar daya tahan tubuh selalu kuat.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id