Mengemudi Kendaraan Bermotor Bisa Bikin Mata Kering

    Kumara Anggita - 01 Februari 2020 14:05 WIB
    Mengemudi Kendaraan Bermotor Bisa Bikin Mata Kering
    Tak hanya menatap layar dalam jangka waktu yang lama, mengemudi kendaraan bermotor ternyata bisa juga buat mata kering. (Ilustrasi/Medcom.id)
    Jakarta: Tak hanya menatap layar dalam jangka waktu yang lama, mengemudi kendaraan bermotor ternyata bisa juga buat mata kering. Hal ini tentunya tidak nyaman dirasakan dan untungnya bisa diatasi dengan mudah. 

    Dokter Spesialis Mata, dr. Nina Asrini Noor, Sp.M menjelaskan bahwa menurunnya proses berkedip bisa membuat mata menjadi kering. Ini sesungguhnya sering terjadi pada mereka yang suka menatap layar seperti televisi, handphone, tab dan lain-lain.

    “Para gamers membutuhkan konsentrasi penuh pada mata mereka untuk menatap layar komputer atau smartphone. Hal ini sangat memungkinkan mereka mengalami mata kering atau gangguan air mata. Proses berkedip atau blinking rate sangat penting untuk menjaga kelembapan mata. Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai dapat menjadi faktor penyebab mata kering,” ungkapnya.

    Mata menjadi kering karena pada saat fokus, frekuensi berkedip berkurang. Sehingga air mata terganggu dan timbul gejala seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket. "Rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata,” ujarnya.

    Namun mata kering juga sering terjadi pada orang yang berkendara kendaraan bermotor. “Mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering,” ungkapnya.

    Untuk menghindari ketidaknyamanan ini. Anda bisa menggunakan kaca mata. Alat ini bisa melindungi mata Anda dari angin yang menyebabkan mata kering. 

    “Berbeda dengan mata kering yang disebabkan oleh lingkungan dari udara. Misalnya kita berada di hadapan AC, kita menyetir mobil berjam-jam, AC nya langsung ke arah wajah itu bisa terjadi penguapan air mata atau evaporasi terlalu cepat. Dengan adanya instrumen (kaca mata) yang membantu membatasi evaporasi itu agar tak terjadi secara langsung ke mata kita. Mungkin itu bisa membantu,” jelasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id