Hindari Emotional Eater, Anda Bisa Ngemil Sehat

    Yatin Suleha - 13 Mei 2020 21:08 WIB
    Hindari <i>Emotional</i> <i>Eater,</i> Anda Bisa <i>Ngemil</i> Sehat
    Diam di rumah jadi banyak makan? Anda bisa ngemil dengan lebih bijak. Simak caranya. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Siapa yang tak suka ngemil? Apalagi jika Anda sedang menonton film kesukaan, baca novel, atau stalking Instagram tentang hal-hal yang baru atau yang sedang hits. Atau saat sedang WFH seperti sekarang ini yang mayoritas waktunya di dalam rumah.

    Beberapa meme di media sosial juga membuat tubuh digambar menjadi lebih lebar akibat terlalu banyak makan semasa di rumah sebagai bahan lelucon. Mungkin ini ada benarnya juga, karena dari data yang dikumpulkan nyatanya orang Indonesia memang suka ngemil. 

    Bahkan 23 persen lebih banyak daripada rata-rata global, seperti diungkapkan melalui sebuah studi konsumen bertajuk ‘The State of Snacking’ yang dilakukan di Indonesia dan 11 negara lainnya. 

    Tapi ternyata ada cara ngemil yang bijak. Iya, karena dari memahami pentingnya manfaat camilan seimbang bagi masyarakat, Mondelez Indonesia meluncurkan kampanye #NgemilBijak guna mendorong setiap orang untuk lebih bijak mengonsumsi camilan, sehingga bisa mendapatkan manfaat secara lebih seimbang, baik untuk tubuh maupun pikiran.
     
    Khrisma Fitriasari selaku Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia menjelaskan, "Kampanye ini merupakan inspirasi agar masyarakat memilih camilan yang tepat, mengonsumsinya pada waktu yang tepat, serta menikmati camilan tersebut dengan cara yang tepat pula."

    “Kampanye ini sejalan dengan tujuan global dari Mondelez International, yakni ‘Empower People to Snack Right’, untuk terus menginspirasi masyarakat mengonsumsi camilan secara lebih bijak melalui produk-produknya yang ikonik, seperti biskuit Oreo, cokelat Cadbury atau keju KRAFT,” jelas Khrisma.

    Hindari <i>Emotional</i> <i>Eater,</i> Anda Bisa <i>Ngemil</i> Sehat
    (Pilih camilan yang sehat sehingga tidak membuat Anda merasa bersalah saat ngemil. Foto: Dok. Mondelez Indonesia)

    Emotional eater

    Hasil studi dari Mondelez Internasional juga menjelaskan bahwa rata-rata orang Indonesia bergantung pada camilan untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional.
     
    Psikolog Klinis Tara De Thouars mengamini bahwa kebiasaan ngemil berlebih memang sangat rentan terjadi selama di rumah aja di masa pandemi ini.

    Hal tersebut dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil dikarenakan perubahan kebiasaan yang mendadak, ataupun ketakutan akan pandemi itu sendiri. 

    Cara ngemil seperti ini lebih dikenal dengan sebutan emotional eater. 

    “Saat tekanan emosional hadir, tubuh seolah memberikan sinyal yang mirip seperti rasa lapar. Sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respons terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif."

    "Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan tentunya akan semakin berisiko jika dilakukan secara berulang,” jelas Tara.
     
    Khrisma mengatakan menyadari apa yang kita camil, dan mengonsumsinya dengan penuh perhatian adalah inti dari ngemil lebih bijak. 

    Jangan khawatir karena Khrisma memberikan tiga langkah sederhana ngemil yang bijak, yaitu:


    1. Kenali isyarat tubuh mengapa Anda ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar ataukah perlu untuk mengembalikan mood.
    2. Kemudian Anda bisa memilih apa camilan yang tepat berdasarkan isyarat tubuh tersebut, tentunya dengan memerhatikan porsi camilan dan waktu ketika Anda ngemil.
    3. Perhatikan bagaimana Anda ngemil, dengan memaksimalkan semua indra Anda. Karena Anda akan dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti ngemil. 

    "Oleh karenanya, sebaiknya ngemil tidak dilakukan sambil berkegiatan lain, misalnya main gadget,” jelas Khrisma.

    Hindari <i>Emotional</i> <i>Eater,</i> Anda Bisa <i>Ngemil</i> Sehat
    (Pilih camilan yang tepat, mengonsumsinya pada waktu yang tepat, serta nikmati camilan tersebut dengan cara yang tepat pula. Foto: Pexels.com)
     
    Ngemil lebih bijak merupakan langkah tepat untuk mendapatkan kepuasan dalam mengonsumsi camilan sehingga tidak menimbulkan penyesalan setelahnya. Juga menghindari ngemil secara berlebih karena memerhatikan isyarat tubuh.

    "Kegiatan ngemil sebaiknya dilakukan secara sadar agar manfaat bisa didapatkan. Makanlah secara perlahan dan nikmati setiap gigitannya. Ajak seluruh indra tubuh Anda terlibat, mulai dari memperhatikan bentuk, mencium aroma, menikmati rasa, hingga sensasi suara saat menggigit atau mengunyah camilan,” kata Tara.
     
    Tara menjelaskan bahwa kebiasaan ngemil sesungguhnya bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kalori harian dan menjaga stabilitas metabolisme tubuh, asal dilakukan dengan bijak. 

    Memasuki bulan Ramadan, kebiasaan ngemil pun perlu disesuaikan mengingat terbatasnya waktu makan.

    Namun, sebagian orang terkadang tidak bisa makan banyak saat sahur ataupun berbuka sehingga lebih berisiko akan kekurangan asupan kalori. Padahal kebutuhan kalori harian tubuh tetap sama, baik berpuasa ataupun tidak. 
     
    Selain itu menikmati camilan secara lebih bijak bersama keluarga juga bisa menjadi pilihan tepat sebagai kegiatan ringan yang menyenangkan untuk mempererat ikatan dan kehangatan dalam keluarga. 

    Untuk mengetahui inspirasi #NgemilBijak lainnya dari Mondelez International, Anda bisa membuka snackmindful.com. “Momen ngemil atau membuat camilan bersama keluarga saat di rumah aja memberi kesempatan bagi kita untuk terus bersama-sama memiliki pikiran yang positif menghadapi masa pandemi yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini,” tutup Khrisma.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id