Ciri-ciri Depresi

    Raka Lestari - 18 Agustus 2019 10:03 WIB
    Ciri-ciri Depresi
    Ilustrasi--(Foto: Medicaldaily.com/Pixabay)
    Depresi ringan bisa mengganggu kehidupan si penderita. Ciri-Ciri depresi bisa diketahui si penderita dan orang sekitarnya.


    Jakarta: Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang mungkin masih belum banyak disadari masyarakat. Padahal depresi dalam skala ringan sekalipun, bisa mengganggu kehidupan seseorang dan akan menganggu tidak hanya mental saja tetapi juga fisik juga.

    Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi. Namun, seseorang yang mengalami depresi memiliki ciri-ciri yang bisa diperhatikan oleh orang di sekitar ataupun diri sendiri.
     
    "Ciri-ciri depresi adalah adanya perubahan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari tidak mood ngapa-ngapain, melihat diri sendiri selalu buruk, merasa diri tidak berharga, atau bahkan muncul pemikiran untuk bunuh diri saking merasa bahwa diri sendiri buruk," ujar Tara DeThouars, seorang psikolog klinis, dalam acara Jakarta Youth Meet Up, di Mall Kota Kasablanka, Jumat, 16 Agustus 2019. 
     
    Salah satu penyebab depresi, bisa terjadi karena adanya bullying atau perundungan. Tara juga menambahkan bahwa ketika seseorang mengalami gejala-gejala depresi tersebut hal pertama yang sangat penting adalah support system.

    "Nomor satu itu support system, kenapa? Karena orang yang di bully itu tidak menerima dirinya, mereka selalu berpikir 'Saya tidak suka diri saya' sehingga penerimaan dari orang lain sangat penting," ujar Tara.
     
    Penderita depresi bakal bersikap sensitif. Contohnya jika tak sengaja orang menyentuhnya, Penderita depresi bakal memikirkan hal tersebut.

    "Yang paling penting itu adalah seseorang yang mengalami depresi harus bisa mengangkat dirinya sendiri." Ujar Tara.

    Ia juga menambahkan bahwa ketika orang lain berkata hal yang buruk, sebaiknya tidak perlu merasa down dan tetap berpikir positif.

    "Misalnya, ketika orang lain mengejek gemuk maka kita harus berpikir 'Saya memang gemuk, tetapi bukan berarti saya tidak berguna' mengangkat diri san mencari support system dari orang lain."
     
    Namun ketika berpikiran positif masih tidak bisa membantu, Tara menyarankan untuk segera mencari bantuan dari profesional.  "Kalau lingkungan kita sudah bersifat toxic, maka sebaiknya ditinggalkan saja karena hal itu bisa merusak kesehatan mental," tutup Tara.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id