Makanan yang Memiliki Kolesterol Tinggi

    Sunnaholomi Halakrispen - 18 Februari 2020 12:03 WIB
    Makanan yang Memiliki Kolesterol Tinggi
    Satu porsi udang, bahkan jika Anda memasaknya tanpa lemak, memiliki sekitar 190 miligram kolesterol. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Tidak semua makanan baik dikonsumsi. Apalagi, soal kolesterol. Sejumlah makanan dinilai buruk, maka Anda perlu memerhatikannya bahkan pada makanan yang berlabel kolesterol rendah. 

    Ketika Anda berbelanja dan melihat makanan yang berlabel rendah kolesterol, Anda masih perlu memeriksa label nutrisinya. Jika tinggi lemak jenuh, hal itu dapat meningkatkan kolesterol LDL (buruk) Anda. 

    Periksa juga ukuran penyajiannya. Mungkin lebih kecil dari yang Anda pikirkan dan jika Anda makan terlalu banyak, Anda akan mendapatkan lebih banyak kolesterol daripada yang Anda sadari. Berikut makanan lain yang sangat buruk untuk kolesterol, seperti dilansir dari WebMD.

    1. Kopi

    Secangkir kopi di pagi Anda mungkin hanya memberikan sentakan kadar kolesterol yang tidak diinginkan. Salah satunya, espresso. Tetapi porsinya kecil, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika Anda minum kopi tetes, berarti Anda sudah bersih. Filter menangkap cafestol, jadi tetaplah menetes.

    2. Makanan Thailand

    Makanan Thailand terasa pedas dan lezat, tetapi bisa meningkatkan kolesterol Anda jika Anda tidak memilih dengan hati-hati. Kuncinya, santan. Kari yang dibuat dari santan dinyatakan sebagai tinggi lemak jenuh. 

    Maka, mintalah menu makan malam Anda dikukus atau dibuat dengan minyak sayur. Pilih ayam daripada daging sapi, tambahkan beberapa sayuran ekstra, dan nikmati makanan yang bisa dibawa pulang tanpa rasa bersalah.

    3. Granola

    Apakah Anda mendengar granola merupakan makanan sehat? Kebaikan yang kenyal dan renyah dari granola itu sering kali disertai dengan porsi lemak jenuh yang besar. 

    Bahkan merek granola yang rendah lemak bisa memiliki lebih tinggi lemak jenuh daripada beberapa jenis sereal lainnya. Makanlah granola yang dimaniskan hanya dengan buah kering, madu atau sirup maple, dan bahan makanan yang setidaknya memiliki 20 persen dari nilai serat yang direkomendasikan setiap hari.

    4. Udang

    Anda mungkin pernah mendengar makanan laut adalah pilihan yang baik ketika Anda mengontrol kolesterol. Tetapi udang adalah pengecualiannya. Satu porsi udang, bahkan jika Anda memasaknya tanpa lemak, memiliki sekitar 190 miligram kolesterol. 

    The American Heart Association merekomendasikan membatasi kolesterol hingga 300 miligram per hari, atau 200 miligram per hari jika Anda memiliki penyakit jantung atau kolesterol tinggi. Cobalah kerang sebagai gantinya, karena memiliki kurang dari seperempat kolesterol udang.

    5. Margarin atau mentega?

    Mentega vs margarin bisa menjadi pilihan yang sulit. Keduanya memiliki lemak jenuh dan harus digunakan dengan sedikit-sedikit. 

    Margarin terbuat dari minyak nabati, sehingga mengandung lemak baik tak jenuh (lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal). Jenis lemak ini membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL). 
    Jika Anda menggunakan margarin, pilih margarin tub lunak daripada yang berbentuk stick. Margarin jenis tub lebih rendah lemak trans. 

    Sementara itu, bacalah label nutrisi dan cari yang rendah lemak jenuh dan tanpa lemak trans. Mentega, di sisi lain, terbuat dari lemak hewani sehingga mengandung lebih banyak lemak jenuh.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id