Tips Mencegah Terjadinya Penyakit Ginjal Kronis

    Sunnaholomi Halakrispen - 19 Maret 2020 10:05 WIB
    Tips Mencegah Terjadinya Penyakit Ginjal Kronis
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Penyakit ginjal kronis (PGK) bisa terjadi pada siapapun, terutama orang-orang dengan faktor risiko. Namun, Anda bisa melakukan upaya sebagai pencegahan penyakit ginjal kronis.

    Pencegahan gagal ginjal sendiri hampir sama dengan jaga kesehatan pada umumnya, misalnya dengan tidak merokok. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH.

    "Merokok meningkatkan risiko kanker ginjal sebesar 50 persen. Ketika merokok, aliran darah ke ginjal menurun dan berisiko terjadinya penurunan fungsi ginjal," ujar dr. Pringgo di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.

    Pemeriksaan yang wajib dilakukan ialah periksa tekanan darah (TD) secara rutin. Ia memaparkan, TD normal berada di angka 120/80 mmHg. Kondisi prehipertensi, tekanan darah sebesar 121-139/81-89 mmHg.

    "Lakukan modifikasi gaya hidup. Pada hipertensi, tekanan darah lebih dari 140/80 mmHg, maka melakukan pemeriksaan TD rutin, modifikasi gaya hidup, tatalaksana medikamentosa," paparnya.

    Selain itu, periksa glukosa darah secara rutin, terutama pada pasien dengan diabetes. Periksa kontrol glukosa darah dan fungsi ginjal secara rutin.

    Periksa fungsi ginjal wajib dilakukan jika terdapat faktor risiko. Di antaranya, hipertensi, obesitas, Ras Afrika, Asia, dan Aborigin. Juga apabila terdapat riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

    Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi. Langkah ini dapat membantu membentuk pencegahan diabetes, penyakit jantung, dan faktor risiko terjadinya penyakit ginjal kronis.

    Kemudian, kurangi konsumsi garam. Normalnya, 5-6 gram per hari, atau kurang lebih satu sendok teh. Hindari makanan yang sudah diproses pabrik, karena banyak mengandung garam.

    Selain itu, hindari pula mengonsumsi obat tanpa konsultasi dokter. Sebab, terdapat beberapa obat-obatan yang bersifat nefrotoksik. Misalnya, obat antiinflamasi nonstreroid (OAINS). Sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter jika membutuhkan obat-batan tertentu.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id