Kelly selalu Bawa Karung Beras demi Indonesia Bersih

    Dhaifurrakhman Abas - 07 Agustus 2019 19:44 WIB
    Kelly selalu Bawa Karung Beras demi Indonesia Bersih
    Kelly Tandiono (Foto: MI/IMMANUEL ANTONIUS)
    Kelly Tandiono mengumpulkan sampah di karung beras yang selalu ia bawa. Dia berharap kebiasaan uniknya ini bisa diikuti oleh banyak orang.

    Jakarta: Kelly Tandiono punya kebiasaan unik. Model yang juga artis ini kerap membawa karung beras setiap bertandang kemanapun.

    Bukan untuk berjualan beras, karung tersebut rupanya digunakan Kelly untuk mengumpulkan sampah plastik yang tercecer di lingkungan sekitar. Dia mengaku rutin melakukan hal tersebut bahkan saat sedang travelling.

    "Di mobil saya selalu siapkan karung beras dan kumpulin bareng teman-teman," kata Kelly dalam acara 'Danone-AQUA Perkenalkan Botol 100% Daur Ulang di Jakarta', yang diselenggarakan di Gandaria City, Rabu 7 Agustus 2019.

    Setelah terkumpul di dalam karung beras, Kelly bakal menyetor sampah-sampah tersebut di truk pembuangan atau pengepul sampah. Dia mengimbau masyarakat melakukan hal serupa sebagai langkah menjaga lingkungan.

    "Siapapun bisa mengikuti kebiasaan ini. Tujuannya agar dicontoh banyak orang," ujarnya.

    Komitmen Kelly dalam menjaga lingkungan tak sampai di situ. Dia mengaku tak lagi menggunakan botol plastik sekali pakai ketika hendak mengonsumsi minuman.

    "Saya enggak pakai lagi. Minum, saya pakai tumbler," tandas dia.

    Diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan pemerintah berikrar mengurangi sampah plastik. Pemerintah terus berkampanye demi membersihkan lingkungan dari sampah yang sulit diurai tanah itu.

    "Pemerintah sudah berkomitmen mengurangi sampah laut terutama dari plastik sampai 70 persen hingga tahun 2025," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sigit Reliantoro kepada Medcom.id, Jumat 1 Februari 2019.

    Menurut dia, isu ini juga terus disuarakan pemerintah dalam pertemuan internasional. Salah satu contohnya, pada November 2018, KLHK mengadakan pertemuan internasional di Bali yang dihadiri 108 negara untuk membahas sampah plastik.

    Sementara itu, di dalam negeri, KLHK menyusun peta jalan (road map) untuk mewujudkan target mengurangi sampah plastik hingga 70 persen. Pemerintah daerah bakal dilibatkan dalam menyusun rencana ini.

    "Kami juga melakukan pendampingan dengan pemerintah daerah untuk menyusun peta jalan untuk pencapaian target tersebut," pungkas Sigit.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id