Pertolongan Pertama Luka pada Bayi dan Balita - Medcom

    Pertolongan Pertama Luka pada Bayi dan Balita

    Anda Nurlaila - 15 Oktober 2019 14:05 WIB
    Pertolongan Pertama Luka pada Bayi dan Balita
    Ada beberapa cara untuk menangani setiap benjolan dan memar dan membersihkan luka saat anak terjatuh. (Foto: The Honest Company/Unsplash.com)
    Jakarta: Saat si kecil mulai menjelajahi lingkungan di sekelilingnya, kecelakaan kecil pasti terjadi. Keingintahuan mereka dapat menyebabkan luka, goresan, memar, dan bekas luka.

    Kejadian ini sering menakutkan bagi orang tua meski pun pada banyak kasus tidak membahayakan. Seperti dikutip dari Parents, ada beberapa cara untuk menangani setiap benjolan dan memar dan membersihkan luka saat anak terjatuh.

    1. Tekan luka

    Kulit bayi lebih tipis dengan banyak pembuluh darah kecil di permukaan. Jangan panik jika luka mengeluarkan banyak darah, tetap tenang adalah kuncinya.

    "Selanjutnya, tekan kuat di area luka selama 15 menit dengan kain bersih," kata ahli bedah dermatologi di Vitalogy Skincare di Austin, Texas Kristina Collins. Jika pendarahan tidak berhenti setelah 15 menit, bawa anak ke pusat layanan kesehatan.

    2. Bersihkan luka

    Seorang ahli bedah dan asisten profesor di departemen dermatologi di Yale School Of Medicine Kristina Collins mengatakan bersihkan luka dengan sabun yang tidak berbau atau pembersih yang tidak mengandung sabun dan air untuk mencegah infeksi bakteri.

    Dia mengatakan banyak kesalahpahaman orang tua bahwa mencuci luka dengan hidrogen peroksida akan mencegah infeksi dan membantu penyembuhan luka.

    "Hidrogen peroksida sebenarnya bisa menjadi racun bagi sel-sel sehat. Dibutuhkan untuk menyembuhkan luka." Jika masih ada bekas-bekas dan kotoran setelah dibersihkan, pertimbangkan untuk mendatangi dokter.

    Pertolongan Pertama Luka pada Bayi dan Balita
    (Jika si kecil terluka lakukan penekanan selama kurang lebih 15 menit. Jika pendarahan tidak berhenti setelah 15 menit, bawa anak ke pusat layanan kesehatan. Foto: Jordan Whitt/Unsplah.com)

    3. Berhati-hatilah dengan antibiotik

    Salep dan semprotan antibiotik populer untuk perawatan luka, tetapi tidak diperlukan untuk membersihkan luka. Studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam tingkat infeksi pada luka bedah yang diobati dengan petrolatum atau antibiotik topikal.

    Bahkan, ada kerugian penggunakan antibiotik topikal OTC. Antibiotik penyebab yang sangat umum dari dermatitis kontak alergi (ruam gatal merah) pada anak-anak. Kedua, penggunaan yang tidak perlu dapat berkontribusi pada masalah pertumbuhan bakteri yang resistan terhadap obat.

    Jadi lewatkan krim antibiotik dan perhatikan tanda-tanda infeksi seperti semakin nyeri saat ditekan, kemerahan yang semakin besar dari luka, biasanya terjadi beberapa hari setelah luka terjadi. Jika luka menunjukkan tanda-tanda infeksi beritahu dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut.

    4. Menghindari keropeng

    Penelitian menunjukkan bahwa menjaga luka tetap terlumasi dengan baik, tidak kering, sebenarnya mempercepat dan mempromosikan penyembuhan luka. Untuk membantu penyembuhan, oleskan salep petrolatum putih tipis 1-2 kali sehar sampai kulit tertutup.

    5. Hati-hati menggunakan perban

    Anak sangat suka membalut bekas luka dengan plester. Namun berhati-hati pada bayi di bawah satu tahun karena perban yang menimbulkan tersedak, terutama jika plester di jari. Alternatif lain yang dapat digunakan adalah pelster antilengket dan pita kertas.

    6. Hilangkan bekas luka

    Bedakan antara bekas luka dan perubahan kulit yang terjadi selama penyembuhan normal. Saat luka mulai sembuh, kulit di area luka berubah menjadi merah muda, ungu atau bahkan coklat.

    Perubahan warna ini, yang disebut hiperpigmentasi pascainflamasi, umumnya hilang setelah beberapa minggu atau bulan. Bekas luka, di sisi lain, tidak pudar. Mereka menjadi permanen, dan dapat menjadi rata atau menebal seperti keloid.

    Namun waspadai luka goresan yang menembus lapisan kulit yang lebih dalam karena dapat menyebabkan jaringan parut.

    Untuk menghindari hiperpigmentasi pascainflamasi, gunakan krim berspektrum luas SPF 30 dengan kandungan titanium dioksida atau seng oksida. Aplikasikan setiap dua jam.

    Sinar ultraviolet membuat perubahan warna kulit terjadi lebih lama. Untuk menyembuhkan dan mengurangi jaringan parut, gunakan krim resep yang mengandung alginat dari ganggang dan rumput laut. Strip silikon dapat mengurangi bekas luka yang menebal dan membantu menjaga kulit bayi bebas noda.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id