Antisipasi dari Kemenkes Mengenai Kasus Virus Korona di Indonesia

    Raka Lestari - 14 Februari 2020 07:00 WIB
    Antisipasi dari Kemenkes Mengenai Kasus Virus Korona di Indonesia
    Teleconference di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Februari 2020. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
    Jakarta: Berdasarkan data terbaru dari WHO per tanggal 12 Februari 2020, secara global terdapat 45.171 kasus terkonfirmasi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) dan sebanyak 1.155 kasus meninggal dunia.

    Di Tiongkok sendiri, sebanyak 8.204 pasien terinfeksi Covid-19 bisa sembuh. Hal ini menandakan bahwa kasus pasien yang bisa sembuh dari Covid-19 lebih banyak dibandingkan kasus meninggal dunia.

    “Sebenarnya kalau kita mau melihat secara teliti dari data WHO, kita melihat bahwa sekarang jumlah ditemukannya kasus kecenderungannya sudah menurun. Kasus kematian dari hari ke hari juga sudah mulai menurun,” ujar Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto, melalui teleconference di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Februari 2020.

    Ia juga mengatakan bahwa jika ada pasien yang mengalami gejala-gejala terinfeksi Covid-19 langsung diperiksakan ke rumah sakit.

    “Di rumah sakit kan biasanya sudah memiliki peralatan yang lengkap dan dapat memberikan perhatian khusus sambil melakukan pemeriksaan,” ujar Yurianto.

    Yurianto menambahkan, “Kuncinya bukan penguatan di pintu masuk tapi sekarang pada pengawasan aktif di tingkat daerah yang menjadi kuncinya.”

    Selain itu, Yurianto juga mengatakan bahwa pihak Kemenkes memiliki SOP standar yang harus dilakukan terkait dengan pengetatan di pintu-pintu masuk ke Indonesia.

    Beberapa waktu lalu, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI  juga mengimbau masyarakat agar melakukan berbagai upaya untuk menjaga kebugaran karena pada dasarnya virus ini (seluruh virus) sifatnya self limiting disease sehingga akan sembuh kalau daya tahan tubuh kita baik.

    Selain itu juga perlu melakukan tindakan preventif yang harus dilakukan. “Pertama adalah ketika kita batuk atau teman yang sedang batuk, pastikan lindungi diri dengan masker ketika sedang berada di komunitas. Penyebarannya pun bisa melalui droplet udara seperti percikan atau tetesan dari batuk atau melalui sentuhan,” tutur Anung.

    Dan karena penularan novel coronavirus yang masih belum pasti tersebut, Anung menyarankan untuk masyarakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan selalu mencuci tangan secara rutin dengan menggunakan air yang mengalir. “Upaya peenularan dan pencegahan itu langkah strategis,” tutup Anung.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id