Beda Sesak Napas akibat Covid-19 dengan Panik

    Raka Lestari - 30 Maret 2020 15:18 WIB
    Beda Sesak Napas akibat Covid-19 dengan Panik
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Salah satu gejala awal dari covid-19 adalah sesak napas atau kesulitan bernapas. Namun tidak semua orang yang mengalami kesulitan bernapas ini dianggap terinfeksi covid-19.

    Seperti orang yang memiliki gejala kecemasan, sangat mungkin juga mengalami kesulitan bernapas. Dan, hal tersebut tidak ada hubungannya dengan covid-19.

    Lalu, bagaimana cara membedakan kesulitan bernapas karena covid-19 atau karena serangan panik?

    "Mungkin sulit untuk membedakan antara serangan panik, sesak napas, dan napas pendek akibat infeksi virus seperti covid-19,” jelas Dr Larry Burchett, M.D., seorang dokter darurat di Amerika Serikat.

    Jika mereka memiliki gejala-gejala ini selama seminggu atau lebih, dan mengalami sesak napas yang memburuk, kemungkinan besar penyebabnya adalah virus korona. Terutama berlaku pada seseorang dengan penyakit paru-paru, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis, atau yang merokok.

    Sedangkan untuk kesulitan bernapas yang berkaitan dengan kecemasan atau serangan panik, memiliki sifat-sifat tertentu.

    “Kesulitan bernapas yang disebabkan karena serangan panik terjadi karena respons alami tubuh terhadap pergerakan hormon stres melalui tubuh. Ini mendorong paru-paru Anda untuk bernapas lebih cepat untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ke otak Anda,” kata Dr Cara Pensabene, M.D., seorang internis di EHE Health.

    Kesulitan bernapas akibat cemas biasanya akan sembuh dengan sendirinya, tidak bertambah buruk selama beberapa hari. Setelah kecemasan berlalu, maka napas pun akan normal kembali.

    Dokter Pensabene mengatakan, jika Anda bernapas dengan cepat dan dangkal, Anda merasa pusing, tetapi masih bisa mengambil napas dalam-dalam maka kemungkinan itu berkaitan dengan kecemasan.

    Sementara untuk penyebab penyakit pernapasan karena covid-19, ditandai melambatnya pernapasan ketika mencoba menarik lebih banyak udara. Paru-paru terasa berat dan menyakitkan.

    "Jika Anda tidak yakin, cobalah dengan mengambil napas dalam-dalam. Jika terjadi karena rasa cemas, kemungkinan Anda akan merasa tenang ketika Anda memperlambat detak jantung secara alami. Jika Anda tidak bisa menarik napas dalam-dalam dan gejala tidak membaik, segera hubungi dokter Anda atau layanan kesehatan untuk mendapatkan panduan,” tutupnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id