Ini yang Terjadi pada Otak jika Menggunakan Media Sosial Berjam-jam

    Raka Lestari - 15 Mei 2020 14:07 WIB
    Ini yang Terjadi pada Otak jika Menggunakan Media Sosial Berjam-jam
    Media sosial cenderung merangsang sistem limbik Anda, yang berhubungan dengan respons emosional, baik atau buruk. (Foto: Pexels)
    Jakarta: Media sosial menjadi salah satu pengalihan yang cukup menghibur di tengah kebosanan selama pandemi covid-19 ini. Berinteraksi dengan orang lain dapat meningkatkan perasaan bahagia.

    Akan tetapi menggunakan media sosial terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan mental dan mood Anda.

    Menurut Dr Clifford Segil, D.O., seorang ahli saraf di Providence Saint John Health Center, pada saat-saat seperti ini waktu yang dihabiskan seseorang di media sosial meningkat drastis. Menurut laporan dari Bloomberg pada Maret lalu, baik Twitter dan Facebook mengalami peningkatan pengguna sejak pandemi dimulai.

    Segil mengatakan bahwa menggunakan media sosial dapat menstimulasi area pemrosesan visual di otak, seiring dengan otak yang menerjemahkan informasi yang masuk dan jalur pendengaran akan aktif ketika mendengarkan suara atau lagu.

    “Ketika sedang menggunakan media sosial, dapat mengaktifkan area otak yang sama yang digunakan ketika Anda memfokuskan perhatian pada aktivitas kognitif seperti membaca atau bermain video games. Anda bisa terpaku pada media sosial berjam-jam karena hal tersebut,” ujar Segil.

    "Menggunakan media sosial berlama-lama juga dapat memengaruhi regulasi emosi di otak Anda. Banyak orang menderita kesedihan, kecemasan, kesedihan, frustrasi, dan kebosanan selama upaya karantina atau jarak sosial mereka," ujar Dr Sanam Hafeez Psy.D., seorang ahli saraf.

    Ketika Anda sedang menggunakan media sosial dan merasa lebih baik, terutama jika berinteraksi dengan seseorang yang Anda kenal maka otak Anda mungkin sedang bereaksi dengan meningkatkan mood Anda melalui neurotransmitter.

    “Perasaan senang ini dikarenakan adanya pelepasan dopamine dan serotonin pada tubuh Anda,” ujar Dr Hafeez.

    Akan tetapi, menggunakan media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif. Segil mengatakan bahwa media sosial cenderung merangsang sistem limbik Anda, yang berhubungan dengan respons emosional, baik atau buruk.

    “Media sosial mungkin akan memengaruhi emosi Anda karena Anda tidak bertemu dengan orang secara langsung. Stres yang memengaruhi sistem limbic biasanya akan berlangsung dalam jangka panjang. Jika Anda lebih mudah bertengkar dengan orang lain atau lebih mudah marah dibandingkan biasanya, ini kemungkinan karena efek media sosial pada sistem limbic tersebut,” tutup Dr Hafeez.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id