Mengenal Mixed Feeling, yang Ternyata Sering Terjadi

    Kumara Anggita - 15 Mei 2020 13:10 WIB
    Mengenal <i>Mixed Feeling</i>, yang Ternyata Sering Terjadi
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Selama ini kita mengenal emosi datang sebagai bentuk yang negatif atau positif. Ketika Anda sedih, Anda sepenuhnya sedih. Ketika bahagia, Anda sepenuhnya bahagia. Namun ternyata emosi tak selalu datang seperti itu.

    Dilansi dari Pyschology Today, ada yang dinamakan dengan emosi yang tercampur. Psikolog secara tradisional memandang emosi jatuh dalam satu dimensi, mulai dari positif (seperti senang atau gembira) hingga negatif (seperti sedih atau cemas). Ini menyiratkan kapan saja kita merasa 'baik' atau 'buruk', tetapi tidak keduanya.

    Emosi positif dan negatif bahkan telah dikatakan saling menghambat satu sama lain. Jadi jika Anda menikmati hari Anda tetapi menerima kabar buruk, suasana hati positif Anda seharusnya diganti dengan yang negatif.

    Namun, pandangan alternatif menunjukkan emosi positif dan negatif bervariasi secara independen, dan dengan demikian dapat terjadi bersamaan. Hal ini memungkinkan untuk pengalaman emosi yang campur aduk, seperti merasa senang dan sedih, atau gugup tetapi bersemangat, pada saat yang sama.

    Sekarang ada bukti luas untuk keberadaan emosi campuran. Dan data baru mengungkapkan emosi macam ini mungkin sangat umum.

    Kapan emosi campuran muncul?

    Sebuah studi baru-baru ini yang dipimpin oleh Kate Barford telah meneliti bagaimana berbagai emosi muncul dalam kehidupan sehari-hari. Di tiga sampel peserta, Barford dan rekan-rekannya menemukan emosi campuran biasanya muncul ketika emosi negatif meningkat (seperti mengikuti peristiwa negatif), dan menyatu dengan emosi positif yang sedang berlangsung.

    Meski demikian, perasaan buruk tidak selalu memadamkan yang positif, seperti mematikan saklar lampu. Sebaliknya, mereka lebih sering mengubah suasana hati positif menjadi emosi campuran.

    Menariknya, penelitian ini juga menemukan emosi murni negatif (tidak adanya emosi positif bersamaan) sangat jarang. Dalam ketiga sampel, peserta melaporkan emosi murni muncul  kurang dari 1% dari waktu selama satu atau dua minggu kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, emosi campuran dilaporkan hingga 36% dari waktu.

    Penelitian ini menunjukkan emosi negatif kekuatannya tak sekuat itu  sampai mampu melampaui emosi positif kita, setidaknya selama keadaan sehari-hari.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id