Manfaat Edamame untuk Kesuburan

    Sunnaholomi Halakrispen - 28 Juni 2020 10:00 WIB
    Manfaat Edamame untuk Kesuburan
    Ada beberapa manfaat edamame. Berikut ini ulasannya. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Beberapa orang berpendapat bahwa mengonsumsi lebih banyak zat besi dan protein dapat meningkatkan kesuburan atau menurunkan risiko gangguan ovulasi. Hal itu bisa diperoleh dari sumber tanaman, seperti edamame, bayam, kacang-kacangan, labu, tomat, dan bit.

    Dikutip dari Medical News Today, edamame adalah sumber zat besi, folat, dan protein nabati yang baik. Sebuah ulasan dari 2018 mencatat hubungan yang jelas antara kesuburan, asupan asam folat yang tinggi, lemak tak jenuh ganda, dan makanan nabati. Para penulis pun menyerukan peningkatan kesadaran akan dampak diet sehat pada masalah kesuburan.

    Demikian juga pengaruhnya terhadap masalah terkait menopause. Edamame dikenal dengan kandungan senyawa isoflavon. Tindakan isoflavon yang mirip estrogen dalam kedelai dapat membantu meringankan dampak dua aspek menopause. 

    Selain itu, pada tinjauan tahun 2016, disimpulkan bahwa isoflavon kedelai dapat memperlambat pengeroposan tulang dan meningkatkan kekuatan tulang.

    Dalam studi lain dari 2017, wanita yang menerima pengobatan isoflavon kedelai selama 12 minggu melaporkan mengalami lebih sedikit gejala menopause. Termasuk tentang kelelahan, hot flashes, dan depresi, dibandingkan mereka yang tidak melakukan pengobatan dengan isoflavon kedelai.

    Akan tetapi, sebagian besar penelitian telah melihat dampak isoflavon dalam isolasi, bukan pada makanan yang mengandung kedelai. Maka, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai apakah asupan makanan teratur dari makanan memiliki dampak yang sama.

    Dalam tulisan Kathy W. Warwick, R.D., CDE dalam "What are the health benefits of edamame?" dituliskan ada kontroversi tentang efek kedelai terhadap risiko kanker payudara. Beberapa isoflavon dalam kedelai, yang dikenal sebagai fitoestrogen, diyakini bertindak dalam cara yang mirip dengan estrogen. Sedangkan kadar estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara spesifik.

    Warwick menlanjutkan studi pada wanita di Asia, sebaliknya, telah menyarankan bahwa kedelai dapat mengurangi risiko penyakit ini. Salah satu alasannya adalah genistein, isoflavon utama dalam kedelai, mengandung sifat antioksidan yang dapat menghambat, bukannya mendorong pertumbuhan sel kanker.

    Menurut American Cancer Society (ACS), bukti sampai sekarang tidak menunjukkan bahwa produk kedelai meningkatkan risiko payudara atau jenis kanker lainnya. ACS menyimpulkan bahwa manfaat mengonsumsi kedelai mungkin lebih besar daripada risiko apa pun.

    Sebuah tinjauan dan meta-analisis dari 2018 juga menemukan bahwa mengonsumsi produk kedelai secara signifikan dapat menurunkan risiko kanker prostat pada pria.

    Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui asupan tepat karena berat dan kondisi tubuh setiap orang berbeda dalam mengonsumsi baik edamame ataupun kedelai.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id