WNI Positif Covid-19 Ditangani Pemerintah Jepang

    Media Indonesia - 19 Februari 2020 11:59 WIB
    WNI Positif Covid-19 Ditangani Pemerintah Jepang
    Ilustrasi-kapal pesiar Diamond Princess--Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU (STF)
    Jakarta: Respons penanganan tiga WNI awak kapal pesiar Diamond Princess yang positif terpapar virus korona dilakukan pemerintah Jepang. Dua WNI telah dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba, sedangkan satu WNI lagi hingga berita ini diturunkan masih menjalani proses menuju rumah sakit.

    Tim KBRI sudah ke Chiba memastikan WNI mendapatkan penanganan yang baik dari otoritas di Jepang. Indonesia juga minta Jepang memperhatikan kondisi kesehatan para kru kapal, termasuk 75 WNI lain.

    Pendapat itu disampaikan Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara terpisah di Jakarta kemarin.

    "Respons tidak dilakukan Kemenkes. Semua dalam otoritas kesehatan Jepang. Kami percaya mereka akan menjalankan protokol perawatan dengan baik," ujar Yurianto.

    Dengan tiga kasus yang menjangkiti WNI itu, total kasus virus korona dari kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di perairan Yokohama itu menjadi 446 kasus.

    Dengan meningkatnya kasus covid-19 di luar Tiongkok, Yuri menyatakan pihaknya akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat luas.

    Sementara itu, Menlu Retno mengatakan, melalui Dubes Jepang di Jakarta yang ditemuinya, Indonesia juga meminta Jepang memberikan informasi lebih detail mengenai rencana setelah 19 Februari. "Permintaan ketiga, otoritas Jepang memastikan perusahaan kapal pesiar itu dapat menjamin hak-hak kru dengan situasi seperti saat ini," ujar Retno.

    Ia menjelaskan total ada 3.711 orang di kapal pesiar, yang terdiri atas 2.666 penumpang dan kru sebanyak 1.045 dari 56 negara.

    Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus korona baru hanya menyebabkan penyakit ringan bagi 80% pasien yang terinfeksi. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan 14% pasien akan menderita penyakit parah seperti pneumonia.

    "Ada kasus yang relatif sedikit di antara anak-anak dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu mengapa itu terjadi. Covid-19 tidak sama mematikannya dengan virus korona lain, seperti severe acute respiratory syndrome (SARS) atau Middle East respiratory syndrome (MERS)," jelasnya.

    Jumlah kematian akibat covid-19 telah melampaui 1.800 orang di Tiongkok dan menginfeksi lebih dari 70.500 orang. (Ata/Nur/Channel News Asia/X-7)





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id