Sabun Mandi Bahaya dalam Membersihkan Vagina?

    Sunnaholomi Halakrispen - 25 Agustus 2019 11:47 WIB
    Sabun Mandi Bahaya dalam Membersihkan Vagina?
    pH yang tinggi bisa membuat area vagina menjadi iritasi. (Foto: Pexels.com)
    Dr. Karmini Srimastuti, Sp. OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya mengatakan sabun mandi biasa itu mempunyai pH yang tidak menguntungkan untuk vagina kita karena lebih tinggi pH-nya. Sedangkan, vagina sendiri membutuhkan pH yang rendah. Sebab, pH yang rendah bisa mencegah infeksi yang terjadi pada vagina. 


    Jakarta: Upaya membersihkan area vagina dengan sabun mandi termasuk cara yang mudah dan murah. Namun, konon, justru cara tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan vagina.

    Untuk mengetahui faktanya, perlu diketahui jelas tentang pH atau tingkat keasaman dari sabun mandi. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Karmini Srimastuti, Sp. OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

    "Sabun mandi biasa itu mempunyai pH yang tidak menguntungkan untuk vagina kita karena lebih tinggi pH-nya," ujar dr. Karmini Srimastuti kepada Medcom.id di Jakarta.

    Sedangkan, vagina sendiri membutuhkan pH yang rendah. Sebab, pH yang rendah bisa mencegah infeksi yang terjadi pada vagina. 

    "Kalau sabun mandi sendiri tidak menyebabkan keputihan tapi pH-nya tidak sesuai dengan pH kita. Jadi bukan penyebab keputihan," paparnya. 

    Sabun Mandi Bahaya dalam Membersihkan Vagina?
    (Dr. Karmini Srimastuti, Sp. OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya mengatakan sabun mandi biasa itu mempunyai pH yang tidak menguntungkan untuk vagina kita karena lebih tinggi pH-nya.Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)

    Penyebab keputihan bisa karena bakteri, jamur, parasit, atau penyebab lainnya. Sabun sendiri, kata dr. Karmini, tidak berpengaruh besar pada keputihan, akan tetapi memberikan efek yang kurang menguntungkan.

    Ia menekankan, sabun mandi bisa memudahkan infeksi karena pH yang tinggi tidak protect pada vagina. Solusinya, pilihlah larutan yang sesuai untuk vagina.

    "Diharapkan kalau mencuci dengan larutan-larutan yang pH-nya rendah. Malah justru, pH tinggi menawarkan pH yang ada di vagina kita menjadi tidak rendah lagi," tuturnya.

    Bahkan, pH yang tinggi bisa membuat area vagina menjadi iritasi untuk vagina orang yang tidak tahan pada pH yang tinggi. Selain itu, kuman-kuman yang sifatnya baik untuk vagina justru mati dengan adanya pH tinggi. 

    "Kalau keputihan itu mengalami perubahan warna, ada bau yang tidak biasa atau bisa gatal atau panas atau pedih, perlu diobati dengan obat-obatan khusus sesuai dengan keluhan atau penyebab keputihan itu," pungkasnya.

    Mengatasi keputihan dengan menggunakan air sirih dan kandungan herbal lainnya dinilai tidak masalah apabila sifatnya sebagai pembersih atau anti septik. Jika penyebab keputihan dari bakteri atau jamur, maka tidak bisa diobati hanya dengan larutan atau cairan sirih.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id