Perempuan Lebih Banyak Terkena Penyakit Jantung, Ini Alasannya

    Kumara Anggita - 11 Desember 2019 17:00 WIB
    Perempuan Lebih Banyak Terkena Penyakit Jantung, Ini Alasannya
    Acara Forum Diskusi Philips “ Waspadai Penyakit Jantung pada Perempuan” di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. (Foto: Kumara/Medcom.id)
    Jakarta: Tahukah Anda bahwa penyakit jantung adalah penyakit yang sering diderita oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini terjadi karena hormon-hormon yang dimiliki perempuan.

    Apa hubungannya hormon dengan penyakit jantung? Berikut penjelasan lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP.

    Dokter Sally mengungkapkan bahwa penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu pada perempuan. Satu dari dari tiga kematian perempuan terjadi karena penyakit jantung.

    Selain itu, menurut data Kementerian Kesehatan 2018, prevalensi penyakit jantung (diagnosis dokter) menurut karakteristik adalah 1.3 persen (laki-laki) dan 1.6 persen (perempuan).

    Ini terjadi karena di usia sebelum menopause, perempuan memiliki hormon-hormon tertentu yang berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung. Namun saat menopause terjadi, hormon tersebut tidak lagi mampu melindungi.

    “Perempuan ini memang istimewa. Tubuhnya sendiri secara fisiologis berbeda. Ada yang namanya hormonal. Estrogen, progesteron dan sebagainya. Selama masih di usia subur, hormon ekstrogennya tinggi. Ini berfungsi untuk melindungi otot jantung dan pembuluh darah sehingga pada masa usia subur. Dia jarang terkena serangan jantung,” ujar Dr. dr. Sally dalam acara Forum Diskusi Philips “ Waspadai Penyakit Jantung pada Perempuan” di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

    “Namun begitu menopause, hormonnya turun, pembuluh darah dan jantung tidak ada proteksi lagi. Ini membuat risiko kena serangan jantung lebih tinggi,” sambungnya.

    Perempuan Lebih Banyak Terkena Penyakit Jantung, Ini Alasannya
    Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP. (Foto: Kumara/Medcom.id

    Dokter Sally kemudian memberikan ilustrasi, penyakit jantung jadi begitu membahayakan perempuan karena dia datang di umur yang tua.

    "Ada seorang laki-laki berusia 50 tahunan, obesitas, mulai hipertensi, gula naik dan terkena serangan jantung. Di sini perempuan dengan usia yang sama sudah mulai obes, hipertensi. Dia lebih kecil terkena risiko serangan jantung. Namun, saat perempuan masuk usia menopause, di atas 50. Risikonya jauh lebih tinggi dari yang tadi karena dia terkena serangan jantung usian lebih tua dari ini. Usia lebih tua risikonya pasti lebih tinggi dibanding  yang lebih muda tadi,” terang Dokter Sally.

    “Saat kena serangan jantung kondisinya lebih jelek daripada laki-laki. Karena rata-rata usianya lebih tua,” paparnya.

    Kendati demikian, serangan jantung tetap mungkin terjadi pada perempuan muda. Ini terjadi pada orang-orang yang mengidap penyakit diabetes.

    “Dia masih muda namun ada diabetes. Kalau sudah gula, umur berapa pun risikonya sama. perempuan laki-laki, muda tua, risikonya sama,” jelasnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id